YulFF

Follow My Melodies..

U You [ChanYul Series Love Story]

12 Komentar

The first part of ChanYul Series Love Story.

U You.

PicsArt_1405567276855

©yurimyblog

Kwon Yuri | Park Chanyeol || Romance, fluff, hurt, family || PG-13 || Vignette; 1422 words.

Please dont be a sider, leave your comment.

.
.
.

I can only see you in my eyes
In my dreams, it’s U U U (baby my love)
Every day, it’s U U U (I just wanna)
Little by little, slowly, I want to fall into your love.

– A Pink, U You –

.
.
.

Hari ini tanggal 3 Desember, itu artinya aku masih punya dua hari sebelum ulang tahun Yuri jatuh tempo. Wanita itu seharusnya tidak membiarkanku menunggu kedinginan di depan gedung apartemen tempat ia tinggal, akan terasa lebih baik kalau ia mengajakku masuk daripada bertemu di tengah salju gerimis malam-malam seperti ini.

Memang aku yang mengajaknya bertemu, tetapi setidaknya ia tahu kalau seharusnya ia mengajakku masuk kedalam rumahnya seperti biasa.

Senyumku mengembang ketika kulihat Yuri keluar dari dalam lobi dan melambaikan tangannya padaku. Parasnya yang cantik tertutup surai hitam panjangnya. Syal dilehernya juga hampir menutup separuh dari bagian wajahnya. Belum lagi mantel tebal berlapis yang membuat tubuhnya terlihat lebih besar, ia memang tidak pernah memperhatikan penampilannya.

Aku memang lebih muda darinya. Usia kami terpaut tiga tahun, tetapi tingkahnya yang kekanak-kanakan membuatku merasa lebih dewasa jika berada disebelahnya.

Wanita itu berlari kecil menghampiriku. Suaranya yang keras memekik senang memanggil namaku. Itu memang memalukan, tapi aku tidak pernah melarangnya melakukan hal itu. Setidaknya sebelum kami menikah nanti.

“Chanyeol-a!” Pekiknya dan langsung memelukku begitu saja. Ini bukan pelukan pertama kami, tetapi rasa gugup selalu saja muncul ketika ia melakukan ini. Selalu membuatku salah tingkah bahkan wajahku bisa memerah. Kemudian ia akan mentertawakanku.

Aku menepuk punggungnya beberapa kali, lalu menarik tubuhku dari dekapan eratnya. Kutatap matanya, terlihat lebih bersinar dibanding sebelum-sebelumnya. “Kau sedang senang, Yuri?”

Gadis itu mengangguk dengan gembira. Senyum lebarnya muncul saat aku mengacak rambutnya dan merangkul bahunya. Aku mengajaknya berjalan, setidaknya kami tidak boleh berpacaran di tengah-tengah keramaian seperti tadi.

“Operasiku hari ini berjalan lancar!” Sahutnya. Aku menaikkan kedua alisku. Wah! Wanita ini benar-benar hebat.

“Ibu itu mungkin hampir meninggal kalau aku dan teman-teman dokterku tidak segera mengoperasinya. Dan, BAM! Aku berhasil melakukannya!” Dia tertawa kemudian. Seperti tidak menghiraukan tatapan orang-orang disekeliling kami yang mulai terganggu dengan tawa kerasnya.

“Ah ya, Chanyeol! Bagaimana pekerjaanmu? Kapan kau naik pangkat? Kapan kau akan menikahiku?”

Pertanyaan itu memang membuatku terkejut. Tetapi aku sudah sangat siap menjawab pertanyaan lawasnya tersebut. Pangkatku di perusahaan naik, dan aku benar-benar ingin menikahi Yuri secepatnya. Pekerjaanku memang terkesan biasa saja. Aku bukan anak pemilik perusahaan seperti di drama-drama kebanyakan. Awalnya aku berkerja sebagai seorang karyawan, dan mungkin karena kegigihanku, atasanku menaikkan pangkatku. Sedikit lagi aku bisa menjadi seorang manager di perusahaan besar itu.

Aku memang pernah berkata padanya. Aku hanya akan menikahi Yuri jika aku sudah benar-benar mapan.

“Kau akan terkejut jika aku menjawabnya saat ini.” Kataku. Yuri menghela napas berat kemudian tersenyum. Senyum lembut yang kurindukan beberapa hari belakangan. Ia mungkin masih mengira jika jawabanku atas pertanyaannya adalah sama seperti yang lalu-lalu. Tetapi nyatanya, jawabanku berbeda bukan.

“Sudahlah. Ah, benar! Kau tahu dua hari lagi hari apa?” Tanyanya, mengalihkan pembicaraan. Aku tertawa kecil, pura-pura berpikir.

“Oh ayolah Chanyeol! Apa kau melupakannya?”

“Aniyo. Ulang tahunmu, bukan? Katakan, apa ada sesuatu yang kau inginkan?”

Yuri kembali tersenyum. Kali ini senyum yang lebih tulus. Jemarinya yang dingin mengenggam jemariku dengan begitu erat. Saat seperti inilah aku bisa melihat sisi dewasanya.

“Aku ingin makan mie hitam denganmu. Menonton film romantis denganmu. Pergi ke Namsan Tower denganmu. Membeli barang yang kembar denganmu. Membuatkanmu sarapan dan makan malam. Memelukmu setiap saat. Menikah denganmu dan menghabiskan sisa hidupku denganmu.”

Aku terdiam. Tetapi manik Yuri menyiratkan sesuatu yang lain dari apa yang baru saja ia katakan. Aku mengusap pipinya sejenak. Aku merasa ia lebih menyukaiku daripada yang kubayangkan sebelumnya.

“Ada hadiah untukku yang tidak perlu kau beli. Kau hanya perlu keberaniaan dan tanggung jawab untuk memberikannya padaku. Pikirkan itu, maka aku akan sangat senang kalau kau benar-benar mampu menebak apa yang kuinginkan ini.”

.
.
.

Jadi, apa yang sebenarnya Yuri inginkan?

Yang tidak perlu kubeli. Hanya perlu keberanian dan tanggung jawab?

Mobilku maksudnya?

Ah, tidak mungkin. Ia bahkan bisa memilikinya ketika kami menikah nanti. Lalu?

“Chanyeol, kau belum tidur?”

Suara Seohyun noona menyeruak masuk kedalam telingaku. Aku menatapnya dengan kedua alis terangkat, lantas menggelengkan kepalaku.

Hari ini aku memang menginap di apartemen kakak sepupuku ini karena listrik di apartemenku tiba-tiba konslet. Aku tidak bisa tidur dan akhirnya memilih menginap disini dan tidur di sofa ruang tamunya. Lebih baik ketimbang tidur dalam kegelapan yang mengerikan.

“Belum. Kau juga.” Sahutku. Aku merubah posisiku dari yang sebelumnya terbaring menjadi duduk. Seohyun noona duduk disebelahku kemudian.

Wae? Neoui yeojachingu?

Pertanyaan tepat sekali. Aku menganggukkan kepalaku detik selanjutnya. Wanita itu ikut menganggukkan kepalanya kemudian.

“Apa yang dia katakan padamu? Dia menuntutmu untuk segera menikahinya?”

Yang ini juga hampir tepat. Sedikit meleset karena sebenarnya Yuri tidak memaksaku, ia hanya memintaku sesuai dengan kemampuanku.

“Dia tidak menuntut. Dia selalu memahami keadaanku.”

“Kalau bukan itu kenapa? Wajahmu seperti seseorang yang baru saja melewati perjalanan berat.” Dia menepuk pundakku. Mungkin berniat menenangkanku. Tetapi pikiranku tetap saja tidak tenang. Sekarang sudah tanggal empat pukul 11 malam,dan itu artinya besok sudah ulang tahun Yuri.

“Besok ulang tahunnya. Ia memintaku untuk memberinya hadiah yang tidak perlu kubeli. Hanya perlu rasa keberanian dan tanggung jawab dariku. Tapi aku bingung hadiah apa yang ia maksudkan.”

Seohyun noona melipat kedua tangannya di depan dada. Wanita yang bekerja sebagai pengacara itu berlagak seperti seseorang yang tengah berpikir. Agaknya aku memang berpikir demikian, Seohyun noona memang tengah berpikir.

“Ada yang dia katakan sebelumnya?”

Aku menajamkan memori ingatanku. Malam itu, apa saja yang Yuri katakan padaku.

“Dia ingin makam mie hitam, menonton film romantis, pergi ke Namsan Tower, membuat sarapan dan makan malam, membeli barang kembar dan masih banyak lagi. Tapi semua itu ia lakukan hanya denganku. Kukira itu saja. Ah iya, ia juga bilang ingin menikah dan menghabiskan sisa waktunya bersamaku.”

Seohyun noona tenggelam dalam tawa anehnya yang membuatku bergidik. Dia menepuk tangannya beberapa kali, lalu menghapus air mata yang hampir jatuh dari ujung matanya.

“Chanyeol-a, itu klise sekali. Kau benar-benar tidak bisa menjawabnya? Itu sangat mudah. Cobalah untuk menebaknya, pikirkan baik-baik dan katakan padanya. Dia pasti akan sangat senang.”

Kendati demikian, aku masih saja duduk diam memikirkan apa yang sebaiknya kukatakan pada Yuri. Seohyun noona sudah berjalan kembali ke kamarnya setelah sebelumnya menguap lebar dihadapanku. Aku termenung. Kalau sangat mudah mengapa aku tidak bisa menjawabnya? Apa mungkin aku yang terlalu bodoh?

Aku akan memikirkannya besok pagi. Aku harus tidur karena besok aku juga harus bekerja. Setidaknya, aku berharap mimpiku dapat menjawab semua permintaan Yuri. Aku tidak perlu lagi berpikir jika mimpiku benar-benar bisa menjawabnya.

Ketika aku benar-benar hampir terlelap, kata-kata Yuri terngiang kembali dalam telingaku. Memori malam itu berputar seperti film didalam otakku. Kemudian, sebuah pertanyaan muncul dalam benakku.

Kalau semua hal yang Yuri ingin lakukan adalah bersamaku, itu berarti jawabannya-

Ah! Aku tahu sekarang. Itu mengapa yang perlu kusiapkan adalah keberanian dan tanggung jawab.

Yuri, tunggulah aku. Kau akan terkejut dengan jawabanku.

.
.
.

Malam ini 5 Desember. Aku kembali menunggu Yuri di depan gedung apartemennya. Hari ini perasaanku menjadi lebih mantap ketimbang sebelumnya. Aku sudah menetapkam hati, dan aku benar-benar yakin. Yuri adalah gadis yang Tuhan titipkan untukku, agar aku bisa menjaganya.

Yuri keluar dari lobi gedung dengan senyumnya. Ia berjalan, tidak berlari seperti kemarin lusa. Ia hanya tersenyum, tidak berteriak seperti sebelumnya. Mungkin ia juga tengah menetapkan hatinya, berpikir apa mungkin aku adalah pria yang Tuhan kirimkan untuknya.

Wasseo? Kau naik mobilmu?”

Pertanyaan itu adalah pertanyaan di saat mood Yuri sedang dalam keadaan buruk. Ini pasti karena ia menunggu jawabanku. Tapi ini adalah hari ulang tahunnya, aku harus membuat moodnya jauh lebih baik.

“Kwon Yuri. Bisakah aku memberi hadiah itu padamu saat ini?”

Yuri tersenyum simpul. Surai hitamnya beterbangan ketika angin malam berhembus pelan. Anggukan kepalanya justru membuat kakiku gemetar, gigiku bahkan bergemeletuk. Entah karena kedinginan atau gugup.

“Kau benar-benar ingin melakukan semuanya denganku?” Tanyaku. Yuri menganggukkan kepalanya.

Aku melihat air mata mulai menggenang di pelupuknya. Ia menundukkan kepalanya untuk menutupinya dariku, tapi aku sudah melihatnya. Mata memang tidak pernah berbohong.

“Jawaban dari permintaan klasikmu adalah aku, Yuri.” Aku. Itulah jawabannya. Yuri ingin melakukan semua hal denganku, maka jawabannya adalah aku. Aku bersedia menjadi miliknya, dan ia pun demikian. Setidaknya kami ingin memiliki satu sama lain, dasar dari hubungan kami selama ini.

Yuri menganggukkan kepalanya dengan senang sementara air mata berhasil jatuh membasahi pipinya. Aku mendekapnya, berharap air mata itu adalah air mata kebahagiaan, bukan sesuatu yang ia sembunyikan di balik kesedihannya.

Bahu Yuri bergetar, tidak ada suara tapi aku tahu ia masih menangis. Aku tidak tahu pasti kenapa ia menangis, mungkin ia terharu atau mungkin ada alasan lainnya. Tapi bagiku itu sudah cukup. Dia benar-benar mencintaiku.

“Kita sudah melakukan semua yang kau inginkan, kecuali menikah.” Aku mempererat pelukanku, Yuri pun membalasnya. “Jadi ayo menikah. Lalu habiskan sisa waktu kita bersama.”

Yuri mengangguk. Tangisnya pecah seketika.

Aku tidak bisa berkata-kata lagi.

Hanya satu yang aku pikirkan sedari tadi.

Aku benar-benar membutuhkanmu, Kwon Yuri.

 “Selamat ulang tahun, sayang.”

[fin]

LEAVE YOUR COMMENT BELOW!!!

🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂 🙂

Eh, pertama tama. Aku mau mengucapkan selamat atas kedatanganku kembali/? Ke blog berlumutan ini.

As you know, kalau kemaren aku kelas 8 berarti sekarang aku kelas 9 dong ya. Dan itu artinya aku akan sangat sibuk sekali. Btw, aku gak tau masih bisa melanjutkan ff ff disini atau tidak. Kalian tau, aku udah gak bisa bikin ff kyuri. Moodku seketika ancur setiap nulis bait pertama ff yang mau aku buat, aku udah gak ngerasa feel dari mereka.

Jadi mungkin aku akan mengabaikan mereka, and lets ignore me. Kalian mengabaikan aku juga gak papa kok 🙂

Nanti aku bakal rombak blog ini, tapi tetep isinya yuri. Hanya aku rapihin dan perbaikin sana sini. Librarynya masih ada, dan tentu saja ff ff kyuri disini gak akan aku hapus. Cuma aku gak akan ngelanjutin mereka.

Tapi kalau suatu saat aku punya feel dan pengen ngelanjutin ff ff itu, aku akan lanjutin. Dan kalian boleh mengabaikannya, tapi tetep ya, kalau ternyata kalian baca harus ninggalin komentar hoho, gak gak bercanda.

Emang ada masalah sih. Sampe sekarang yang aku takutin adalah, kalau yuri tiba tiba meresmikan hubungannya dengan seseorang. Somehow, aku bakalan kehilangan mood untuk melanjutkan ff ff ku. Itu ketakutanku dari sekarang, takut banget. Lumayan deh kalo pacar yuri ganteng kek jung il woo atau mungkin bisa kyuhyun beneran, nah kalo kek yang tua tua gitu mah, ah tau.

Jadi segini dulu saja, kalo ada yang bingung bisa tanyakan di kolom komentar. Hoho, bow! Annyeong!!

Ah ha, happy fasting guys!!! 😀

Iklan

Penulis: yurimyblog

texting some freak words;chanyeol,sehun,kai,dyo.00line.nana

12 thoughts on “U You [ChanYul Series Love Story]

  1. Keren, sweet, yul konyol
    Ditunggu ff yg lainnya

  2. Yeay akhirnya chanyul ada lagi hehe. Kereeen thor!!
    Gatau knp setiap baca karya2 author tuh kena bgt deh, berasa mereka nyata. Apalagi cast nya yg aku suka. 😀
    Ditunggu ff lainnya, brharap castnya chanyul lagi hehe^^ semangaaat trs yaaa 😉

  3. Ommo~ sblum’x bener2 mau ngucapin welcome back, Nana-chan ^^
    Kmu kmbali dgn ff yg lbh amazing .. amazing fluffy & sweet’x 😀
    Chanyeol si happy virus bisa gugup jg toh? Dikirain bisa’x ngakak doang.
    Bt sumpah, scene trakhir so sweet sx .. Yuri dilamar kan crta’x ?? Ahh~ bahagia’x 🙂
    Hmm ,, kehilangan feel buat ff KyuRi? Syg banget yaa ,, pdhl itu sllu ditunggu. Bt gpp, semoga suatu saat feel’x bisa kmu temukan lg ..
    Ohya~ sdg puasa jg kah? Kalo gitu ttap smangat utk smw tulisan kmu, smangat jg utk puasa’x, & makin bersinar. Ditunggu sllu krya2mu ^^

    • Makasih ya kak tettaaa, bismillah kalo gitu supaya ff selanjutnya bisa lebih amazing lagi/?
      Iya itu, si chan emang bisa gugup sekarang haha. Selamat berpuasaa 😀

  4. romantis bnget….
    salut buat autor nya

  5. annyeong…
    ffnya manis ya, aku suka karakter Yuri di sini, gadis supel, blak-blakkan dan periang itu memang ciri khas dari seorang Kwon Yuri. Oya tadi jg aku nemu typo bukan ‘mentertawakan’ tp ‘menertawakan’. cm itu aja yg bisa aku koreksi, overall udah bagus ko 🙂 keep writing.

  6. hai…ff ny bguss . suka deh sma sifat yuri yg periang ,, lucu g mna gtuh.
    lah kok gk bsa lnjut ff kyuri 😦 pdhal ff kyuri yg ak tggu .. dark place trutama ,
    stuju bget sma kmu .. klw msalkan yuri udh ngumumin dating ny dgn ssorg yg bkn kta suka,entah g mn nasib feel ff.. huh -_-

  7. Keren akhirnya happy ending
    Pasangan yang cute

  8. lanjut…. lebih seru kalo ada sequel….
    bagus….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s