YulFF

Follow My Melodies..

The Prince and Princess PART 5

21 Komentar

abildin1

The Prince and Princess

Part 5

Cast : Kwon Yuri, Cho Kyuhyun, Seo Joo Hyun.

Genre : Romance, sad, friendship, school life

Rating : PG 13

“takdir yang sebenarnya kuinginkan bukan seperti ini, aku sudah salah memilih haluan.”

Yuri menggigit bibir bawahnya dengan was was. Yuri merasa ini bukan saatnya semuanya terjadi. Ia benar benar bingung, bayangan wajah Tiffany dan Yonghwa terus saja menari nari dalam pikiran Yuri. Gadis ini benar benar bimbang, ia takut. Takut jika persahabatannya dengan Tifffany akan hancur saat Tiffany tahu siapa gadis yang Siwon maksud. Dan ia juga tidak tahu jika seandainya Yonghwa benar benar pergi ke Busan dan meninggalkannya.

Eonnie, aku tahu kau pasti disini.”

Yuri menolehkan kepalanya dan melihat seorang yeoja manis yang sangat ia rindukan hadir kehadapannya dengan pakaian serba putih dan rambut yang tergerai bebas. Yuri terlonjak kaget, itu Seohyun. Dan itu memang benar benar Seohyun. Seohyun tahu keberadaan Yuri sekarang, di taman kota yang biasanya Seohyun dan Yuri kunjungi jika ingin bermain.

Yuri memperat mantel abu abunya lalu memicingkan matanya, berharap ini bukan mimpi.

“sudahlah, eonnie tidak perlu memikirkan aku dari mana.. sekarang? Apa yang eonnie lakukan disini? Sendirian?”

Yuri menggelengkan kepalanya pelan lalu membenarkan posisi duduknya. Sementara Seohyun masih berdiri di sampingnya dan menunggu jawaban dari Yuri.

“aku bingung seohyunnie..”

Seohyun menghembuskan nafasnya. Ia berjalan mendekat kearah Yuri dan duduk disebelahnya, Seohyun ingin sekali memeluk Yuri dan menghangatkan tubuhnya. Namun ia tak punya hak lebih atas itu, ia hanya bayangan yang diberi kesempatan hanya muncul sekali selamanya. Dan Seohyun memilih ia ingin bertemu dengan Yuri dan menjelaskan semuanya pada Yuri. Selanjutnya, Seohyun tidak akan pernah menampakan dirinya lagi.

eonnie, ada yang ingin kujelaskan padamu.”

Yuri masih diam tidak bergeming. Ia ingin Seohyun hidup kembali, mengembalikan semuanya seperti semula. Tidak hidup dihantui dengan rendetan perasaan takut dan tidak nyaman yang seolah selalu datang kapan saja.

“Kyuhyun menyukaimu, tapi ia tidak sadar kalau ia menyukaimu, dan ternyata tanpa eonnie sadari eonnie juga menyukai Kyuhyun”.

“tidak, aku membencinya Seohyun. Tolong, hentikan semua ini, aku lelah.”

“kau pikir aku Tuhan? Bisa menghentikan atau membuat sebuah peristiwa eoh?”

Seohyun dan Yuri sama sama tertawa kecil dan saling memandang. Antara pandangan, rindu, sayang, khawatir, dan tidak rela bercampur menjadi satu.

“kau harus mendengarkan penjelasanku.”

1 May, 2013.

Seo, ada apa kau memanggilku kemari?”

Tanya Kyuhyun sambil menyunggingkan senyuman manisnya, lalu melangkah mendekat untuk memeluk Seohyun. Namun dengan cepat Seohyun langsung memalingkan wajahnya dan mundur beberapa langkah menjauhi Kyuhyun.

Seo?”

duduklah oppa, ada yang ingin kubicarakan padamu..”

ujar Seohyun lalu menepuk kursi yang ada disebelahnya. Kyuhyun menurutinya, namun sejujurnya ia sangat penasaran kenapa Seohyun memintanya bertemu diatap gedung kampus. Ini bukan yang biasanya.

aku tahu oppa menyukai Yuri eonnie.

Kyuhyun tergelak “tidak, aku tidak menyukainya”

ne, kau menyukainya”

aku? Aku tidak menyukai Seo, sungguh!”

aniyo oppa! Kumohon, tenanglah sebentar!”

Untuk beberapa saat Kyuhyun terdiam membisu setelah Seohyun membentaknya dengan cukup keras. Setetes air mata membasahi pipi Seohyun membuat Kyuhyun tergerak untuk menghapusnya, namun lagi lagi dengan cepat Seohyun menepisnya.

aku akan pergi ke China.”

Sudah kubilang aku tidak menyukainya.”

tidak, aku ke China tidak ada hubungannya denganmu dan Yuri eonnie. Tapi eomma dan appa memang menyuruhku pindah kesana, maafkan aku.”

Seohyun, kenapa kau keras kepala sekali?!”

Seohyun masih menunduk lemah, lalu mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna putih dan mengulurkannya pada Kyuhyun.

terimalah.”

apa ini?”

Kyuhyun mengambilnya dengan lembut namun ia masih penasaran dengan semua ucapan Seohyun. Kyuhyun membukanya dan melihat sebuah kalung cantik didalamnya, Kyuhyun kembali mengertnyit. Ini? Bukankah ini kalung yang selalu Seohyun kenakan?

untuk apa kalungnya?”

berikan kalung itu pada Yuri eonnie, aku tidak ingin membuatnya cemas saat tahu aku akan pergi ke China.”

Seohyun, jangan begini. Kumohon!”

tolong jagalah Yuri eonnie kalau kau benar benar menyayangiku.”

Seo,”

cukup oppa, aku tidak mencintaimu lagi. Aku menyukai pria lain! Dan minggu depan aku akan segera bertunangan dengannya.”

Kyuhyun terdiam seribu bahasa, rasanya tubuh Kyuhyun sudah ditikam ribuan pedang yang menyakitkan, membuat Kyuhyun tidak bisa berkata apapun.

maafkan aku oppa, aku harus pergi.”

Seohyun membungkukkan badannya lalu memeluk Kyuhyun sebentar dan pergi dari hadapannya. Sementara Kyuhyun masih membisu, tidak percaya dengan semua ini.

Setitik air mata kembali membasahi pipi Seohyun. Bahkan saat dirinya menjadi mahluk ‘dunia lain’ pun, ia masih bisa menangis. Keterlaluan sekali.

“Seohyun, kau tidak menyukai pria lain kan?”

Seohyun memandang Yuri teduh lalu menganggukkan kepalanya perlahan. Yuri masih saja bingung dengan situasi ini. Ia benar benar tidak habis pikir, demi dirinya? Seohyun rela menyerahkan Kyuhyun padanya? Dan nyatanya Yuri sama sekali tidak menyukai Kyuhyun.

eonnie, berjanjilah padaku. Agar eonnie terus berbahagia dengan Kyuhyun oppa. Kumohon,”

“kenapa harus Kyuhyun, Seo? Tidakkah kau melihat betapa buruknya aku? Bahkan secara tidak langsung semua orang akan mengira aku perebut kekasih orang lain, apalagi orang itu adalah sahabatku sendiri? Aniyo Seohyun, aku tidak mau. dan mulai sekarang, aku bukan orang yang lemah. Aku tidak akan menangis lagi, karena aku tahu. Kalau aku memang pantas diolok dan dikucilkan, aku pantas Seo.”

“kenapa eonnie berkata seperti itu?”

“aku harus menebus kesalahanku padamu, pada sahabat yang sudah kurenggut kebahagiaannya demi membahagiakan aku sendiri.”

Keduanya terdiam. Seohyun lagi lagi ingin menangis, namun ia tetap menahannya. Ia tidak ingin menambah rasa kekhawatiran Yuri padanya.

“sudahlah, eonnie, kau tidak tahu bagaimana kedepannya bukan? Sudahlah jalani saja kenyataan kalau eonnie menyukainya.” ujar Seohyun menggoda Yuri, mencoba menghangatkan suasana sedih yang tercipta dari hati keduanya.

Yuri tersenyum tipis lalu menggelengkan kepalanya kuat.

Andwae! Aku tidak akan menyukainya! Percayalah padaku, kalau aku sampai menyukainya, aku akan mencium pipinya. Namun kalau ternyata sampai lulus pun aku tidak menyukainya, kau harus hidup kembali, otte?”

ya! mana bisa begitu? Andwaeyeo!! persyaratan terahkir itu tidak bisa dilakukan.”

“hahaha, baiklah, lupakan saja dengan persyaratan terahkir.”

Yuri dan Seohyun kembali tertawa. Dan tanpa Yuri ketahui, saat ini pula akan menjadi saat terahkirnya bertemu dengan Seohyun didunia. Padahal banyak sekali yang ingin Seohyun bicarakan pada Yuri, maupun Seohyun juga banyak yang ingin ia bicarakan pada Yuri. Namun waktulah yang tahu, sampai dimana titik akhirnya. Meninggalkan bekas luka sedih yang mendalam bagi Seohyun dan Yuri. 2 sahabat yang selalu ada dan saling melengkapi.

***

Kyuhyun menghampiri Yuri yang masih duduk di bangku kantin sambil membaca dengan hikmat buku buku tebalnya itu. Yuri menoleh dan mendapati Kyuhyun sedang tersenyum manis sambil membawa 2 kaleng minuman hangat ditangannya. Namun Yuri tidak menghiraukannya, ia kembali menatap buku tebalnya tanpa membalas senyuman Kyuhyun sedikit pun.

Kyuhyun berdecak sambil menghembuskan nafasnya keras. Membuat gumpalan uap udara muncul dari balik mulut dan hidungnya.

“hash, kau keras kepala sekali ya?”

Yuri mengendikkan bahunya lalu menyesap sebotol minuman hangat yang berada disamping bukunya. Kyuhyun kembali berdecak, kenapa bodoh sekali ia membelikan Yuri minuman hangat jika Yuri sendiri sudah punya. Kyuhyun menjejak jejakkan kakinya dengan kesal lalu duduk disebelah Yuri.

“apa yang sedang kau baca?”

Yuri masih tidak menjawab. Ia malah sibuk membolak balik halaman bukunya dengan malas. Malas karena duduk bersebelahan dengan Kyuhyun.

Ya! Tidak sopan sekali!”

Yuri menatap Kyuhyun menyelidik. Matanya sedikit menyipit untuk memastikan ini benar benar Kyuhyun, tidak biasanya Kyuhyun bisa sehangat ini pada Yuri.

“kau menyukaiku?”

Tanya Yuri santai lalu kembali menatap bukunya tanpa ada perasaan yang mengganggu. Ia tidak lagi merasakan jantung yang berdegup dengan kencang seperti dahulu. Karena mungkin rasa tidak sukanya pada Kyuhyun sudah menjadi batu dan bahkan lebih keras dari batu manapun.

“eh.. apa maksudmu?” ujar Kyuhyun gelagapan. Namun ia berusaha tetap santai walau Yuri tahu jika Kyuhyun agak gugup menjawab pertanyaannya.

“semalam Seohyun bilang, kau putus dengannya karena kau menyukaiku? Itu benar kan.”

“semalam? Seohyun? Kau bertemu Seohyun?”

Yuri menganggukkan kepalanya dengan malas lalu berdiri dan sedikit merenggangkan otot ototnya yang agak kaku. Kyuhyun menatap Yuri aneh, tidak biasanya Yuri seperti ini. Ia terlihat benar benar sangat cuek, dingin dan super ketus.

“kenapa kau menjadi sangat cuek? Dingin? Dan ketus?”

Yuri langsung menatap Kyuhyun sinis. Namun sedetik kemudian Yuri kembali duduk dan merapikan buku bukunya.

“lalu kenapa kau jadi baik? Padahal dulunya kau sangat cuek, dingin dan ketus eoh?” tanya Yuri sinis lalu beranjak dari bangkunya.

“sekarang kau tahu jawabannya kan? Kalau kau bisa seperti itu, kenapa aku tidak bisa? Baiklah, aku akan ke kelas dulu. Sampai jumpa Tuan Cho.”

Kyuhyun meringis sesaat setelah ia memastikan punggung Yuri sudah cukup jauh dari tempatnya. Ia menendang nendang kaki meja dengan kesal. Sudah susah payah ia mengubah gayanya demi mengucapkkan 2 kata yang sangat susah Kyuhyun ucapkan. Hanya 2 kata ‘maafkan aku’ atau mungkin ‘aku menyukaimu’.

Ah tidak! Seorang Kyuhyun tidak mungkin menyukai Yuri, ia hanya ingin mengucapkan kata maaf karena menurutnya ia sudah sangat keterlaluan terhadap seorang gadis yang harusnya ia jaga namun malah membuatnya menangis.

Arggh!! kenapa susah sekali?!!”

***

Yuri berjalan tegas memasuki kawasan kediaman keluarga Seo. Tidak ada yang berbeda, semuanya masih berdesain sama selama setidaknya 2 bulan lebih Yuri tidak pernah kemari. Namun yang berbeda adalah suasana nya, tampak lebih dingin dan kelam. Seperti bangunan mati, karena tak terdengar suara tawa sama sekali.

Samar samar Yuri melihat ibu Oh, salah satu pelayan dirumah mewah ini sedang  yang kini membersihkan halaman depan rumah. Dengan cepat, Yuri pun melangkahkan kakinya menghampiri wanita yang umurnya sudah hampir setengah abad itu.

annyeong Ibu Oh!”

sapa Yuri sambil menyunggingkan sebuah senyuman manis pada wanita dihadapannya itu. Yuri membungkukkan tubuhnya lalu kembali memperlihatkan senyumannya. Sejenak wanita itu terdiam, seperti memikirkan sesuatu. Namun beberapa detik kemudian, ia langsung tertawa dan tersenyum memadang Seohyun dengan senang.

“Nona Yuri?”

tanyanya tidak percaya. Yuri kembali tersenyum sumringah sambil menganggukkan kepalanya antusias.

“apa yang Nona lakukan disini?”

“aku ingin menjenguk ahjumma dan ahjussi Seo, apa mereka ada?”

“ah, mereka sedang berada di China nona, tapi didalam ada Tuan Donghae, anda ingin bertemu?”

Donghae? Yuri mengangguk kuat lalu membungkukkan badannya dan segera berjalan masuk kedalam rumah keluarga Seo. Matanya bergerak kesana kemari mencari sesosok Donghae yang sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri. Dan setelah itu, Yuri melihat Donghae sedang duduk manis di sofa sambil menonton TV, namun perasaan Yuri mengatakan jika Donghae sedang melamun. Mungkin ia sedang sangat menyayangkan dan merindukan Seohyun. Ah entahlah, yang jelas Yuri sangat merindukan pria ini.

“Donghae oppa!”

pekik Yuri membuat Donghae langsung terbangun dan Yuri langsung menghambur kepelukan Donghae dengan senang. Ia memutar mutar tubuh Donghae dalam pelukannya, sedang Donghae malah tertawa geli melihat tingkah Yuri.

ya! apa yang kau lakukan disini?”

Yuri melepaskan pelukannya, matanya masih berbinar menatap Donghae benar benar ada dihadapannya.

“aku, tadinya aku ingin menjenguk ahjumma dan ahjussi, tapi Ibu Oh bilang ada kau didalam, jadi aku masuk saja, dan bukankah kau ada di China? Kenapa masih di Korea?”

tanya Yuri penuh selidik membuat Donghae melongos kesal lalu kembali duduk dan mengganti ganti channel TV yang menurutnya sangat membosankan.

“aku masih ada urusan dengan seseorang disini.”

“eoh, nugu?”

“aku.”

jawab seorang pria dengan suara beratnya, membuat Yuri langsung menoleh dan mendapati Kyuhyun sedang berada di depan meja makan sedang membawa gelas yang berisi air mineral. Yuri termangu sejenak lalu menggelengkan kepalanya lemah, ia terlihat sangat kesal dengan kehadiran Kyuhyun disini.

Kyuhyun berjalan dengan gaya Like A Boss-nya mendekati Yuri. Namun Yuri malah memalingkan wajahnya lalu beranjak duduk disebelah Donghae.

“apa kalian sudah saling kenal?” tanya Donghae bingung melihat tingkah Kyuhyun yang seolah olah memaksa dan tingkah Yuri yang seakan menolaknya mentah mentah. Dan Donghae semakin dibuat bingung ketika Kyuhyun menjawab iya dan Yuri menjawab tidak. Donghae menggelengkan kepalanya pasrah.

“Donghae oppa, aku pulang dulu. kabari aku lagi kalau kau sudah akan pergi ke China.” Yuri membungkukkan badannya dengan hormat, melirik Kyuhyun sekilas lalu berjalan cepat meninggalkan rumah mewah itu.

“ah, aku juga Hyung,” Kyuhyun meletakkan gelasnya lalu berjalan mengejar Yuri dan ahkirnya membuat jarak diantara mereka semakin dekat.

“Yuri-ah, tunggu!”

Yuri tidak mengiraukannya, ia masih saja terus berjalan tanpa merasa beban sedikit pun. Sampai Kyuhyun menarik lengannya dan terpaksa membuat Yuri langsung berbalik menatap Kyuhyun. Tatapan tajam dan kesal, yang membuat siapa saja langsung berdigik. Kecuali Kyuhyun yang malah terlihat khawatir dengan keadaan Yuri.

“jangan begini, aku tidak suka.”

Yuri mengendikkan bahunya sambil tersenyum renyah. Ia mengangkat kedua tangannya seolah menandai Kyuhyun untuk berhenti mengikutinya.

“maafkan aku Kyu, tapi aku tidak bisa. awalnya memang sudah sangat baik, namun sekarang?” Yuri kembali mengangkat kedua bahunya lalu membalikkan tubuhnya hendak berjalan, namun lagi lagi sebuah suara berhasil menghentikan langkahnya.

“kita perlu bicara.”

***

Dan sampailah Yuri dan Kyuhyun sekarang, disebuah kedai kopi yang letaknya tidak jauh dari rumah kontrakan Yuri. Memang Yuri yang sengaja mengajak Kyuhyun bicara di tempat ini, Yuri bilang karena ini tempat yang paling enak. Tetapi sebenarnya, alasan Yuri adalah, jika seandainya nanti ada kejadian yang tidak diinginkan, ia bisa tinggal berlari menuju rumah kecilnya dan menutup pintunya dengan rapat.

Kyuhyun dan Yuri masih terdiam memandang kopi masing masing. Yuri merasa tidak nyaman dengan keadaan ini, terlalu dingin dan mencekam. Dan Yuri sangat tidak menyukai hal itu. Dengan cepat, Seohyun Yuri menyesap kopinya sampai habis dalam satu tegukan, setelah itu ia memandang Kyuhyun tajam. Seperti meminta penjelasan.

“apa yang ingin kau bicarakan?”

“aku hanya ingin mengatakan, jangan salah paham kalau selama ini aku sedikit baik padamu.”

Yuri mengernyit, salah paham? Maksudnya?

“jangan salah paham, kalau selama ini aku sedikit bersikap baik padamu. Itu hanya karena aku ingin menebus semua kesalahanku karena pernah membuatmu menangis dan kau bilang hidupmu menjadi sedikit tidak nyaman.”

Yuri menganggukkan kepalanya dan tangannya juga masih terlipat didepan dada. Yuri merasa kalau Kyuhyun memang pantas berkata seperti itu, karena itu memang salahnya.

“lalu? Jangan salah paham apa maksudmu?”

“jangan salah paham dan mengira aku menyukaimu, sungguh. Aku tidak pernah mempunyai rasa apapun terhadapmu Yuri-ah.

DEG.

Yuri terdiam. Entah kenapa rasanya bibirnya kaku dan lidahnya sangat kelu, sukar sekali untuk digunakan. Mulut Yuri tertutup rapat, matanya menerawang jauh menembus mata Kyuhyun, memastikan jika semua ini salah.

Tidak! Yuri segera menundukkan kepalanya lemah dan menolak pikirannya. Untuk apa ia merasa sedih jika Kyuhyun tidak menyukainya. Toh, ini bukan masalah baginya. Namun, tanpa Yuri sadari, setitik air mata hampir jatuh dari pelupuk matanya. Tidak mungkin! Ia tidak mungkin menyukai Kyuhyun. Ini hanya perasaan sesaat saja!

Namun kalau haya perasaan sesaat, kenapa setiap Yuri bertemu Kyuhyun rasanya selalu seperti ini? Yuri merasakan jantungnya berpacu dengan cepat, sangat cepat.

Tidak, perasaan ini tidak boleh datang lagi!

Yuri mengangkat kepalanya, lalu menampilkan senyuman terbaiknya, jangan sampai Kyuhyun tahu jika barusan ia hampir saja menangis. Yuri menganggukkan kepalanya canggung lalu berdiri dan berjalan keluar dari tempat itu. Ia merasa sangat tidak baik, semua tubuhnya mendadak terasa panas dan pegal. Dan dalam satu gerakan, tetes air mata kembali membasahi pipinya. Ia benar benar merasa tersiksa, semuanya berjalan dengan ketidak pastian. Dulu saat Yuri merasa ia mulai menyukai Kyuhyun, ia membuang rasa itu jauh jauh. Namun saat ia mulai melupakan Kyuhyun, perasaan itu datang lagi. Berkecamuk dihatinya, menyisakan luka yang sangat menyakitkan. Yuri menundukkan kepalanya dan menyeka air mata di kedua pipinya.

Berjalan seperti zombie yang meraung raung mencari mangsa, persis dengan keadaan Yuri sekarang,

Yuri mendudukkan tubuhnya di halte, tak tahu kenapa ia malas sekali menggerekan kedua kakinya. Dan akhirnya Yuri memilih naik bus. Ini juga demi keselamatan Yuri dalam keadaannya yang tidak memungkinkan seperti ini. Yuri mendesah pelan, malam ini terasa sangat dingin. Mantel tebalya pun tak cukup untuk menghangatkan tubuhnya, ia merasa sangat sakit. Sakit. Entah sakit karena apa.

***

Keeseokan harinya, sepulang dari kampus, Yuri masih tidak bersemangat. Entah apa yang membuatnya tidak bersemangat, apa karena Tiffany, atau Yonghwa, atau mungkin Kyuhyun? Yuri menggelengkan kepalanya sambil terus menunduk dan menelusuri sepanjang jalan setapak menuju makam Seohyun. Disaat saat seperti ini ia akan semakin merindukan Seohyun. Bahkan Tiffany yang sudah menghiburnya habis habisan hanya menyisakan senyuman tipis di wajah Yuri. Tidak membuat hati Yuri lega,

ia masih bingung dengan hatinya sendiri, bagaimana perasaannya yang sebenarnya? Sangat bimbang. yuri tidak dapat menggambarkannya dengan jelas.

Drrt.. Drrt..

Yuri merogoh saku jeansnya lalu megeluarkan sebuah ponsel berwana hitam kesayangannya. Tertulis Bong ahjumma sedang menelfonnya, ia adalah tetangga Yuri di kampung halamannya, sejenak Yuri mengernyit, ada apa Bong ahjumma menelfonku? Pikir Yuri.

Tanpa fikir panjang, Yuri menekan tombol hijau sambil melirik kearah lampu lalu lintas yang masih berwarna hijau, tanda bagi pengguna jalan untuk menyebrang. Dengan cepat, Yuri pun melangkahkan kakinya menyebrangi jalan lebar dihadapannya ini sambil membalas telefon Bong ahjumma.

yeobosseo ahjumma?”

“Yuri-ah!”

nde ahjumma?”

appamu, appamu meninggal!”

nde? Ahjumma?”

appamu sudah tidak ada, Yuri.”

dan disaat itu juga ponsel Yuri terjatuh. Yuri terdiam ditempat tidak bergeming. Air mata berebut turun dari matanya. Dan tanpa Yuri sadari semua orang berteriak memanggil Yuri saat mereka menyadari Yuri masih berada di tengah jalan padahal lampu sudah berganti merah.

Tatapan Yuri kosong, ia merasa hampa. Tubuhnya terkulai tak berdaya. Beberapa orang terus mencoba mengalihkan perhatian Yuri.

Namun apa daya?

Tiiiiiin!

***

Heyooo, leave you comment bellow! I’ll protect next chapter is sider still don’t understand!

:)

Iklan

Penulis: yurimyblog

texting some freak words;chanyeol,sehun,kai,dyo.00line.nana

21 thoughts on “The Prince and Princess PART 5

  1. Next jangan lama lama ya chingu^^

    O ea mianhae aku ga komen di part sebelumnya. Aku ngebut bacanya

  2. ya thor akhirnya di lanjut juga ffnya kirain dah ga di lanjut

  3. Authorniimm.. mian br comment di part ini.. *krn emang aku br baca
    Aku lgsg baca dr part 1-5 loh barusan, tp yg ketiga d protect ya?? Huhuhu.. takpapa lah..
    Ceritany seruuu, aku sukaa.. jd kyu suka sm yuri udh dr lama y? Bahkan sblm putus dr seo.. itu seo kyany udah pny firasat klo dia bakal meninggal kecelakaan pesawat deh, makany dia nitipin kalung buat yuri trus minta kyuppa buat slalu ngejagain yuri.. bnr kan?? #soktau ;p
    Poor yuri.. udah hidupny pas2an, hrs tinggal jauh dr ayahny, skrg ayahny meninggal, mana hampir ketabrak pula diaa.. sini2 yuleon aku peluk aj yaa.. *pukpuk #tighthug
    Si yonghwa kmn chingu?? Koq ilang? Bnran dia pindah ke busan buat ngelanjutin perusahaan mknan kluargany?? Oia 1 lg, fany aah.. kmu g usah sedih klo g dpt siwon oppa, kan udh pny nichkhun oppa.. hehehe #salahfokus *slaap/abaikan

    Aku komen pnjg gpp y authorniim, aku rangkum dr part 1-5 komenny.. dtunggu next partny ne, smoga yuri g jd ketabrak.. kasian, g tega liatny.. keep writing n fighting!!

  4. Allohaaa~ saengie !! ><
    ckup "lama" ya nie ff baru muncul lg. Hha~ bt mksih akhir'x dilanjut jg 🙂
    Err~ gak tau knpa, baca part ini bawaan'x nyesek. Liat KyuRi begonoh. Saling menyangkal pdhl jelas saling suka. Ckckk ..
    Ywdh, saat'x dduk manis lg & nunggu part 6'x. Moga gak lama. Hhe~
    truslah samangat & makin bersinar ^^

  5. Lamaaa bnaget sepertinya ff ini ga lanjut..hehehe..cukup lega akhirnya lanjut juga..yuri bersikap dingin sama kyu buat lupain perasaannya sama kyu kan..daaann ternyata ku kira kyu baik karena dia ingin minta maaf dan sadar klo sebenernya dia suka yuri,, tapi taunya dia masih belum suka yuri..adduuuuhhh itu yuri ketabrak ga sih,, mudah2an engga yaaa..semoga aja ada yg nolongin yuri,, jadi yuri ga ketabrak deh..next chap jangan di protect pliiisss

  6. Woaaaa! Akhirnya dilanjut juga ffnya^^ kirain gak dilanjutin lg hehehe. FFnya jjang! Lanjut yaa chinguuu. makin penasaran sama perasaan KyuRinya.

  7. wow eonnie ini daebakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk^^ . aku penasaran banget sama ffnya oh ya eonni kapan drak placenya di tunggu nih hohoho^^

  8. Annyeong eonni, readers baru, ff eonni daebak

  9. Ahhhh eon bikin penasaran banget. Tp ini keren deh. Ditunggu next chaptnya eon jngn lama2^^

  10. Tambah seru aja nih ceritanya. Lanjut thor,..

  11. Lanjut….lanjut…lanjuttt…
    Pnasarn nh.. sma klnjutny..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s