YulFF

Follow My Melodies..

The Prince and Princess Part 4

37 Komentar

abildin1

Anyeong, author bawa ff lagi. The princenad rince part 4. kalo kependekan lagi maaf yaaa, author bener benr minta maaf *watados
oh yaa, btw chapter ini author sengaja gak pw. kenapa yaa? gak tau kenapa, tapi pengen aja gak di pw. yang udah komentar terima kasih banyak, author sangat menghargai pendapat kalian. tapi kalo ada yang jelek please no bashing, karena itu sangat membuat saya drop, jadi kasih saran aja yaa. jangan lupa komentarnya, komentar itu buat saya semangat. lagian apa susahnya siih komentar? cukup nulis next, kependekan, atau lainnya kan bisa. kalo mau blog nya dikunjungi atau ff nya dibaca juga saya lakuin, nanti saya tinggaling komentar juga. so, disini saya sebagai author sangat mengharapkan respon, kalo gak suka sama pairingnya gak usah dibaca, nanti bikin bashing dan fanwar lagi. kalo ada TYPO saya MINTA MAAF yaa. yaudah deh, dari pada saya ngomong terus, cekidott!! Keep RCL and keep Smilee!! 🙂

~~

Yuri berjalan lemas kehilangan arah, akal bahkan pikiran. Mata nya masih bergelinang air mata, merasakan pilu yang selalu ia derita selama ini. Ia tidak menyangka, ia harus selalu hidup dalam penderitaan yang sangat menyakitkan baginya. Ia ingin marah, ia ingin sekali memukul semua orang dengan kedua tangannya. Membuktikan kalau ia bukan lagi yeoja yang lemah, ia seorang yeoja yang kuat. Yuri berjanji tidak akan menangis hanya karena teman temannya.

Kenapa? Apa aku gadis bodoh yang harus menjadi bahan ledekkan?

Yuri kembali menghapus air matanya yang jatuh tanpa komando apapun. ia tidak tahu dimana ia sekarang, karena matanya buram dipenuhi air.

“Yuri-ah.. gwaenchanayo?”

Yuri dapat mendegar suara panik khas milik Tiffany, sahabat baru yang sekarang selalu ada untuknya. Tiffany lantas menyentuh kedua lengannya lalu menuntun Yuri duduk di bangkunya. Tiffany mengernyit bingung, baru saja beberapa menit yang lalu Yuri pergi ke kamar mandi, namun sekarang ia malah melihat Yuri menangis. Menangis kenapa lagi?

“apa yang terjadi?”

Yuri menggeleng lemah lalu menghapus kasar air matanya yang tak kunjung berhenti mengalir. Yuri merasakan Tiffany sedang memeluknya khawatir, dan ia memang sangat membutuhkan pelukan hangat ini sekarang. Sangat membutuhkan.

Tiffany mengelus punggung Yuri sambil sesekali menepuk nepuk punggung Yuri perlahan, mencoba menenangkan Yuri agar Yuri mau membagi ceritanya pada Tiffany.

“hiks.. apa aku seburuk itu?” tanya Yuri di sela sela tangisannya. Ia tidak kuat jika harus dihadapkan dengan semua ejekan murid murid di kampus ini.

Beberapa mahasiswa dan mahasiswi yang ada di kantin tampak memandang Yuri dan Tiffany serius. Ada yang merasa iba, ada pula yang merasa jijik dan menganggap Yuri licik dengan hanya menggunakan air mata untuk semua kesedihannya.

“tidak, kau baik baik saja kan? Aku khawatir padamu”

Yuri melepaskan pelukan Tiffany, menatap Tiffany lekat sambil menyunggingkan senyuman manisnya lalu kembali menghapus deretan air mata yang terus berebut turun dari matanya. Tiffany memandang Yuri heran, sesungguhnya ia benar benar merasa iba terhadap Yuri. Ia juga turut merasakan kesedihan yang menimpa sahabat barunya itu. Bagaimana pun ia juga wanita dan manusia, tentu ia dapat mengetahui perasaan Yuri sekarang, walau Tiffany tidak dapat merasakannya langsung.

“Yuri-ah.. lebih baik kau tenangkan dirimu, kalau kau sudah tenang kau boleh menceritakan semuanya padaku..” ujar Tiffany sambil mengelus lembut puncak kepala Yuri. Tiffany benar benar khawatir dengan keadaan Yuri sekarang. Mata Yuri sembab, dan dibagian bawah matanya berwarna agak kehitaman.

“nde.. gomawo Tiff..”

Tiffany kembali menyunggingkan sebuah senyuman di bibir dan matanya.

“aku selalu ada untukmu”

******

Hari ini Yuri kembali pulang malam, namun tak semalam malam itu. Kali ini waktu masih menunjukkan pukul 7 malam waktu korea selatan. Setidaknya Tuhan masih berbaik hati memberinya kelonggaran waktu untuk menyelesaikan penelitiannya, sehingga kemungkinan besar ia tidak akan tertinggal bus atau kereta malam lagi. Sejenak Yuri menyunggingkan senyuman hangatnya sambil menatap kantong keresek putih yang ia bawa ditangannya. Ada rasa tidak percaya, namun ada juga rasa senang yang muncul. Karena tiba tiba, 4 buku penelitian yang ia impikan saat di toko buku muncul dihadapannya, tidak ambil pusing di dalam kantong itu juga tertulis untuk Yuri.

Yuri menghela nafas lega, paling tidak ada orang lain yang masih memikirkan keberadaannya selama ini, dan itu juga bukan Yonghwa dan Tiffany. Karena sedari tadi Yuri terus mendesak Tiffany untuk mengakui jika semua buku ini dari mereka. Namun ia sama sekali tidak merasa jika keempat buku itu dari Tiffany, apalagi Yonghwa yang tiba tiba menghilang.

Yuri memicingkan matanya saat ia melihat sekelebat pria berbaju hitam berjalan mendekatinya. Pria yang Yuri benci dan Yuri tidak ingin lihat lagi seumur hidupnya.

Dan namja itu adalah Cho Kyuhyun. Pria yang sudah mengusik hidup Yuri dan membuatnya semakin berantakan.

Yuri mendesah pelan lalu memalingkan wajahnya dan berjalan menjauhi pria itu, paling paling Kyuhyun hanya akan berbicara omong kosong lagi dengannya. Mengatainya gadis bodoh dan tidak berguna, selalu serba salah dimatanya. Tidakkah ia merasa jika Yuri tidak seburuk itu.

“Yuri-ah.. berhenti,”

Yuri tidak berhenti, ia justru menambah kecepatan laju jalannya. Sampai ia merasa jika Kyuhyun sudah menghadang jalannya. Kyuhyun mengangkat tangan kanan Yuri lalu meletakkan sebuah benda ditangannya. Mata Kyuhyun menatapnya teduh, seakan merasa sangat bersalah pada Yuri. Sementara Yuri menatap tangannya heran karena ia pernah menatap benda itu sebelumnya.

Itu? Bukankah itu kalung Seohyun?

“sebenarnya kami sudah memutuskan hubungan kami tepat saat Seohyun akan berangkat ke China, dan saat itu ia menitipkan ini padaku, ia bilang ia tidak akan kembali ke Korea karena akan menetap di China. Jadi ia menitipkan benda ini padaku untuk kuberikan padamu.. terimalah, maaf kalau aku sudah terlalu menyakiti hatimu dan membuat hidupmu menjadi tidak nyaman..”

Kyuhyun melangkah pergi meninggalkan Yuri yang masih diam mematung tidak bergeming dan tatapannya kosong. Sungguh? Apa benar semua itu?

sejujurnya ia masih tidak percaya, apa benar jika Seohyun dan Kyuhyun putus? Apa benar jika Seohyun sebenarnya harus menetap di China? Dan, apa benar benda ini Seohyun yang memberikannya?

Sebuah kalung dengan berlian cantik sebagai hiasannya. Kelihatan mahal dan tentu saja ini jauh berbeda dengan kantong Yuri.

“neomu yeppeodda!!” ujar Yuri pelan sambil memperhatikan kalung itu. Ia merasa menjadi sangat merindukan Seohyun sekarang, ia butuh pelukan hangat itu. Pelukan yang biasa Seohyun berikan. Bahkan appanya tidak bisa memberikan pelukan sehangat itu padanya, sejak kematian eommanya 5 tahun lalu.

Trauma besar mengguncang akal Yuri saat itu, eommanya pergi meninggalkan dirinya saat eommanya akan pergi berlayar untuk bekerja. Dan saat itu ia hidup bersama appanya yang juga bergaji pas pas-an. Sampai Yuri mendapat beasiswa untuk kuliah di Seoul, dan meninggalkan appanya di Mokpo.

*******

“aku menyukai Siwon oppa!! Kau tahu? Ia mengagumkan bukan?”

“ne, ia memang mengagumkan..” ujar Yuri bohong. Sungguh, ia tidak menganggap Siwon itu mengagumkan. Hanya saja pria itu pria yang baik dan berkarisma, cocok dengan Tiffany yang juga baik dan menawan. Best Couple!

Tiffany menatap Yuri dengan senang, karena ia baru saja mencurahkan isi hatinya pada Yuri. Kalau ia menyukai Siwon. Pria yang baru saja masuk Universitas beberapa hari yang lalu, dan Yuri sudah lebih dulu mengenal Siwon dibanding Tiffany.

“kau tidak menyukainya kan Yul~??”

“nae?? Tentu saja tidak Tiff,,” jawab Yuri antusias. Karena ia benar benar tidak menyukai namja seperti Siwon.

Tiffany kembali melontarkan pandangan senangnya pada Yuri. Bibirnya dan matanya ikut tersenyum, membuat siapa saja orang yang melihatnya akan ikut tersenyum saat itu juga.

Tiba tiba Yuri melihat Kyuhyun berjalan acuh melewati bangkunya dan Tiffany, lalu duduk di belakang bangku yang Yuri dan Tiffany tempati. Yuri kembali mendesah pelan saat rasa penasaran mengiang di telinganya, selalu saja penasaran. Ia masih penasaran dengan semua ini, semua dibalik hubungan antara Seohyun dan Kyuhyun. Apa yang sebenarnya terjadi.

Perlahan Yuri menolehkan kepalanya kebelakang, ia melihat Kyuhyun yang baru saja mengeluarkan ponsel hitamnya dan mulai mengetikkan sesuatu di deretan baris huruf dan angka pada layar sentuhnya. Lalu Yuri kembali memandang Tiffany yang sibuk mengedarkan padangannya.

“Tiffany-ah.. mencari siapa?”

“eo.. Yonghwa, kenapa ia tidak datang juga? Padahal kemarin ia bilang akan datang saat jam makan siang”

“Yonghwa oppa? Ah nde.. aku jarang sekali bertemu dengannya akhir akhir ini” balas Yuri.

Ada apa lagi ini? Apa akan muncul masalah baru yang menyangkut pautkan nama Yonghwa.

******

Yuri berjalan pelan sambil menundukkan kepalanya. Setangkai bunga lili putih tergenggam erat ditangannya, tujuannya kali ini ia akan kembali menjenguk Seohyun setelah beberapa hari ia sangat merindukan Seohyun disampingnya.

Yuri berdecak saat melihat Kyuhyun juga berada di makam Seohyun, wajahnya terlihat sedih dan muram. Namun Yuri tidak ingin memikirkannya, ia berjalan mendekati makam Seohyun lalu meletakkan lilinya di samping makam Seohyun.

Kyuhyun menatapnya terkejut, dan heran. Lalu ia segera berdiri dan diam. Tangannya masih tersimpan didalam saku, bertingkah seperti orang dingin dan seperti tidak terjadi apa apa.

“kau memakainya kan?”

Yuri menatap Kyuhyun malas dan mendengus kesal, lalu memejamkan matanya sejenak agar khusyuk saat mendo’akan Seohyun. Setelah beberapa menit, Yuri membuka matanya. Menghapus bulir bulir lembut yang membasahi pipinya, ia bahkan kembali menangis di saat seperti ini, di depan Kyuhyun pula. Tunggu, apa Kyuhyun masih ada dihadapnnya? Ya, Kyuhyun memang masih ada dihadapannya. Itge Mwoya?!!

Yuri membungkukkan badannya sejenak lalu melangkah pergi dengan cepat, ia tidak ingin terlalu akrab atau dekat dengan seorang namja yang selalu mencemooh hidupnya. Ia fikir bagi orang orang seperti Yuri, hidup itu mudah? Atau berfikir hidup hanya seperti membalik kedua telapak tangan?

Mungkin jawabannya ‘Ya’ bagi orang orang yang beruntung, namun bagi Yuri. Hidup dalam ketidak nyamanan, musuh yang selalu datang tanpa Yuri tahu apa salahnya. Itu sangat membuat Yuri menderita, membuatnya selalu sulit dalam menjalankan hidupnya selanjutnya. Tiba tiba rintik rintik salju turun, Yuri mendengus kesal. Lalu segera berlari menutupi rambutnya dengan tas dan buku buku yang ia bawa.

Yuri berteduh dibawah gazebo kecil yang setidaknya cukup muat menampung tubuhnya. Ia segera merapatkan mantelnya lalu memeluk tubuhnya karena kedinginan. Bodohnya ia tidak membawa payung Aish!!

“kau butuh tumpangan tidak?”

Yuri mempautkan kedua alisnya saat mendengar suara pria yang sudah tidak asing lagi ditelinganya akhir akhir ini. Ia menolehkan kepalanya lalu mendapati Kyuhyun dengan tampang dinginnya, sedang berdiri menatapnya ditengah salju yang turun lumayan deras. Yuri terkejut, namun ia berusaha terlihat santai dan acuh tak acuh dengan Kyuhyun. Ia memalingkan wajahnya, bagaimana pun ia tidak ingin harga dirinya kembali jatuh dihadapan pria yang sangat ia benci itu.

“aku tidak yakin saljunya akan berhenti dengan cepat, mungkin memakan waktu yang cukup lama” Yuri kembali mengernyit dan tampak berfikir sejenak. Namun sesaat itu juga ia tetap dengan keputusannya.

“tidak, aku tidak membutuhkan bantuan pria yang sudah membuatku sakit hati”

“benarkah??”

Kyuhyun menatap Yuri sengit, memang ia sudah menyakiti Yuri. Jadi untuk apa ia menanyakan kembali pada Yuri.

“baiklah, aku akan pergi” ujar Kyuhyun lalu berjalan melewati gazebo Yuri dengan cepat. Rupanya ia kedinginan dengan turunnya salju yang lumayan deras.

Yuri mengambil posisi yang paling nyaman saat ia melihat Kyuhyun sudah tidak ada disekitarnya, Yuri fikir ia harus benar benar menunggu saljunya berhenti turun atau ia yang akan kedinginan di jalan.

Ia melihat kesamping, kedepan dan kebelakang. Tidak ada siapapun yang melintas didekat situ. Ada perasaan khawatir yang muncul didalam hatinya, bagaimana jika salju tak kunjung turun sampai besok pagi. Yuri kembali berdecak, lalu menyendenkan tubuhnya sambil berdo’a semoga salju akan berhenti dengan cepat.

*******

Yuri membuka matanya perlahan lahan. Ia merasa lebih baik disini. Dengan selimut hitam tebal, mobil hangat dan..

Tunggu!! dimana aku?!!

Yuri langsung terlonjak saat ia merasa sudah tidak berada di Gazebo lagi. Dimana ia sekarang? Berada di dalam sebuah mobil dengan selimut tebal yang menutupi seluruh tubuhnya. Memang membuatnya hangat, namun ada rasa takut dalam hatinya. Atau jangan jangan ia sedang di culik?

Ia melihat seorang namja tengah membawa kantong makanan dan berlari kecil menuju mobil yang saat ini tengah Yuri tumpangi. Namja itu??

“eo.. kau sudah bangun rupanya?”

tanya Kyuhyun saat ia sudah duduk dibangku pengemudi, lebih tepatnya duduk disebelah Yuri. Yuri menatap Kyuhyun tajam sambil berfikir apa yang namja ini lakukan padanya.

“tenang saja, aku tidak menyakitimu. Aku hanya membawamu dari Gazebo, kau pingsan tadi” ujar Kyuhyun sambil tersenyum hangat pada Yuri. Sontak membuat Yuri langsung terdiam di tempat tanpa memikirkan apapun kecuali, menyadari bahwa namja bernama Cho Kyuhyun itu benar benar tampan jika senyumnya seperti itu.

Yuri langsung tergelak, ia ingat! Jika tadi ia tidak pingsan, ia hanya ketiduran.

“aku tidak pingsan!”

“jeongmal?”

“ne, aku hanya tertidur. Dan kau membawaku kemari tanpa izin apapun padaku”

“kau pingsan!”

“tidak, aku tidur”

“baiklah, kalau kau tidak percaya.. tapi kau benar benar pingsan. Ini minumlah sedikit supaya badanmu hangat” ujar Kyuhyun lalu memberi sekaleng minuman hangat yang biasanya diminum pada saat musim dingin seperti ini. Dan Yuri memang sangat membutuhkannya. Dengan cepat Yuri langsung mengambilnya dari tangan Kyuhyun dan langsung meminumnya.

“sepertinya kau haus sekali?”

Yuri tidak menjawab, ia masih meminum air penghangat itu.

“baiklah, aku antar kau pulang” ujar Kyuhyun sambil menyalakan mesinnya lalu mengantar Yuri pulang ke kontrakannya.

Di dalam perjalanan, keduanya masih terdiam sibuk dengan pikirannya masing masing. Bagaimana bisa tiba tiba Kyuhyun sangat berbeda dengan biasanya?

Yuri melirik Kyuhyun sekalias, ia akui jika Kyuhyun memang tampan. Namun ketampanannya tidak bisa mengubah kebencian Yuri terhadap Kyuhyun. Sejak kemarin, ia sudah sangat membenci Kyuhyun. Sangat membencinya, tanpa ia sadari pun ia sering sekali berdo’a pada Tuhan jika Kyuhyun harus diberi balasan yang setimpal dengannya.

“kau masih tidak memaafkanku?”

ujar Kyuhyun kembali mengawali pembicaraan diantara mereka.

Yuri tidak menjawab, pandangannya masih ia fokuskan pada keadaan jalan. Walau pikiran Yuri selalu memikirkan kejahatan Kyuhyun. Mereka kembali saling terdiam sampai Kyuhyun berhenti tepat didepan rumah kontrakan Yuri. Yuri segera melepaskan sabuk pengamannya lalu segera keluar dan berlari kecil masuk kedalam kontrakannya. Menutup pintunya dengan rapat tanpa menunggu Kyuhyun kembali berjalan dengan mobilnya.

Memang tidak sopan, namun Yuri sudah terlalu tidak menyukainya. Hingga membuat Yuri bisa melakukan hal apapun jika bertemu dengan namja yang sangat ia benci, Cho Kyuhyun.

Maafkan aku..

********

Yuri memainkan pensilnya diatas meja, sebentar lagi ujian akan dimulai. Namun, Yuri sama sekali tidak mencium kehadiran Ibu Song, pembimbing mata kuliahnya hari ini. Sesekali ia bergumam kecil sendiri sambil menutup kedua matanya, itu ia lakukan karena ia sedang mencoba menghafal ulang dan mencoba mengerti materi materi yang akan dikeluarkan saat ujian nanti. Namun tak jarang Yuri juga mendesah pelan, karena-ia-sama-sekali tidak pernah melihat Yonghwa sejak beberapa hari yang lalu.

Kemana Pria itu?

Yuri tidak tahu dengan pasti kemana Yonghwa, karena Yonghwa juga tidak memberitahukan apapun sebelum ia menghilang bergitu saja, baik pada Yuri maupun Tiffany.

Memang membuat suasana agak sepi jika tidak ada Yonghwa, namun apa lagi yang dapat Yuri lakukan? Ia juga sudah mengunjungi rumah kontrakan Yonghwa yang kebetulan letaknya tidak jauh dari rumah kontrakan Yuri. Namun lagi lagi, Yonghwa juga tidak ada. Tetangga dan teman teman Yonghwa pun juga tidak ada yang tahu.

“Yonghwa oppa benar benar pindah eoh?”

Yuri mempautkan kedua alisnya saat mendengar suara dari belakangnya, sepertinya para gadis sedang membicarakan Yonghwa. Tak mau ketinggalan, Yuri pun sedikit mencondongkan tubuhnya kebelakang. Mencoba mendengarkan apa saha yang akan para gadis bicarakan tentang Yonghwa.

“nde, dan katanya ia tidak akan melanjutkan kuliah lagi di Busan, ia akan meneruskan perusahaan makanan milik appanya,”

“eoh.. jinjja? Jadi, apa maksudmu Yonghwa itu termasuk anak yang kaya?”

“ya, begitulah.. tapi aku juga tidak tahu”

Yuri melongos kaget, apa maksudnya? Pindah ke Busan dan meneruskan perusahaan appanya? Jadi, selama ini Yonghwa termasuk orang kaya? Kenapa ia sama sekali tidak pernah memberi tahukan ini kepada Yuri. Kenapa ia tega sekali?

Yuri mengembalikan posisinya, ia benar benar terkejut. Ia merasa kembali dibodohi. Atau jangan jangan setelah ini Tiffany akan melakukan hal yang sama,, Ah Tidak!! Tiffany bukan orang yang seperti itu, tapi Yonghwa juga bukan orang yang seperti itu. Dan ternyata dugaannya pada Yonghwa salah.

Yuri mendengus lalu menutup kedua matanya dengan tangannya. Ia rasa ia sudah terkena stress yang lumayan besar, hingga membuatnya lupa dengan mata kuliahnya, baru saja ia akan menghafal kembali materi materi ujian. Namun seketika itu juga Yuri sudah lupa dengan segalanya.

“aish,, jinjja?. Kenapa aku seperti ini?” dengus Yuri lalu kembali menatap buku tebalnya. Kembali menghafalkan kalimat kalimat panjang yang mungkin akan ia tulis dilembar jawaban nanti.

*******

Yuri melewati beberapa anak anak kampus yang sibuk mengolok Yuri tanpa Yuri ketahui. Namun Yuri sudah bertekat, tidak punya teman, disakiti teman, atau kembali dijatuhkan oleh teman, ia tidak akan memedulikannya. Paling tidak sudah ada Yonghwa dan Tiffany yang sekarang berada di sampinya.

Dan.. Kyuhyun?

Ah tidak! Yuri menggelengkan kepalanya cepat lalu segera berlangkah cepat menuju kelas Tiffany. Biasanya, Tiffany sangat membutuhkan Yuri untuk mencurahkan isi hatinya tentang Siwon, mahasiswa baru yang kebetulan adalah sepupu Kyuhyun.

Ia mencondongkan kepalanya ke pintu kelas Tiffany, menginttip apa Tiffany sudah datang atau belum. Namun tampaknya tak ada tanda tanda munculnya Tiffany dikelas, Yuri mengendikkan bahunya lalu kembali berjalan menuju kantin. Mungkin saja Tiffany masih ada di kantin.

Dugaannya benar, Tiffany memang berada di kantin. Duduk diam, dan pandangannya kosong. Tak seperti biasanya.

Ia berjalan mendekati bangku Tiffany lalu menyentuh bahu Tiffany sekedar menyapanya,

“Fany-ah..”

Tiffany mendongak menatap Yuri, lalu menyunggingkan sebuah senyuman manis sambil menepuk bangku disebelahnya.

“ada apa Tiff? Apa kau ada masalah??”

Tiffany menundukkan kepalanya sambil mengangguk pelan.

“Siwon oppa, tidak menghiraukanku..” ujar Tiffany parau, ia terlihat sedih sekali. Membuat Yuri terhenyak karena ini memang bukan Tiffany yang biasanya,

“maksudmu?”

“tadi pagi saat di tempat parkir, aku menyapa Siwon oppa.. lalu aku bertanya padanya..”

Yuri mengernyit, ia semakin tidak mengerti arah pembicaraan Tiffany.

“apa kau sudah punya kekasih? Lalu ia menjawab tidak,”

Yuri menghela nafas lega sambil memandang Tiffany yang masih menunduk lesu.

“wah.. berarti ada peluang untukmu Tiff!!”

“peluang? Sama sekali tidak Yul~ ia bilang ia jatuh hati pada seorang gadis yang ia temui di kampus, dan bermain piano bersamanya.. sedangkan aku? Bermain piano saja aku tidak bisa..”

DEG~

Yuri langsung tercengang dan terdiam sejenak. Mungkinkah itu dirinya? Gadis yang ia temui di kampus dan bermain bersamanya, bukankah itu dirinya sendiri? Yonghwa pula? Dimana pria itu?

Oh Tuhan!! apa yang harus kulakukan?!!

~To Be Continue~

Maaf kalo misalnya part ini kependekan lagi, heheheh…

Iklan

Penulis: yurimyblog

texting some freak words;chanyeol,sehun,kai,dyo.00line.nana

37 thoughts on “The Prince and Princess Part 4

  1. wah makin seru nih thor, bakal ada cinta segi empat nih hehehehe oke lanjut

  2. nah loh cinta ketupat ya ??
    rumitt rumitt -__- kyu mulai ska ama yul,siwon ush suka,tiffany ska siwon dan dll
    lanjut eonn 😀

  3. daebakk thor, next part jangan lama” ya 🙂

  4. duh, aku deg degan nih. bagaimana kalo tiffany tau bahwa yeoja yg di sukai siwon adalah yuri, apakah tiff akan marah pada yul.. makin seru aja nih. LANJUT!!! KYURI JJANG

  5. Wah uda lama ga ketempat author mian hehehe kenapa yuri benci ma kyuhyun dan yonghwa kok bisa pindah ?
    Terus jgn2 nnti fany benci ma yuri klu dia tau siwon suka ma yuri aku liat td uda ga da typo lagi mkn lama makin bagus aja ff author 🙂

  6. Waaa~~~ Keren Saeng, lanjut-lanjut-lanjutttt…
    tpi jgn lama-lama ya..
    Fighting Saeng! 🙂

  7. anyyeong eonni, aku new readers blh nggak minta password ff the prince & the princess part 3 . gomawo eonii kalo boleh kirim lwt emailku : isorariliani@yahoo.co.id

  8. wah sudah mulai cinta bersegi..jadi tambah penasaran..

  9. wow..
    penasaran banget q ma cerita selanjutnya..
    ditunggu ya eon ceritanya klo bisa secepatnya sih..
    hehehehe..
    tetep semangat nulisnya\ ya.. 🙂

  10. sumpah ni bkn pnsaran . hehehe
    klo bs cpt publish chingu biar gg lupaan . ahhaha
    fighting

  11. Nah loh nah loh, yeoja itu yul kan? Brrt siwon suka sma yul..wohoo bgmna nasib ffany nnti.. Yul pst jd bimbang
    lanjut chingu^^ #fighthing 🙂

  12. Yonghwa itu kemana ??
    Kyu bersikap manis sama yuri akhir” ini..
    Fany kasian,, cintanya bertepuk sebelah tangan..jangan sampe persahabatan yuri sama fany hancur gara” siwon..
    Ckckck
    Part 3 aku ga baca soalnya di protect..hahaha
    Semoga part” selanjutnya ga di protect yaa chingu..

  13. aishh ! Jinjja !! Pdhl Kyu-ppa udh brusaha baik ,, bt Yul-eonn trlnjur trllu gak suka sma Kyu-ppa 😦 aigoo ! YongHwa jg ilng kmna ? Poor Tiff-eonn 😦 Won-ppa trlnjur love at first sight sihh sma ‘gadis’ lain . Bt , ituh ky’x Yul-eonn deh yg dmksud .. Ahh , author-nim yg baik .. TBC’x jgn ngagetin (?) donk .. Ditunggu bnget next chap’x . Hwaiting ^^

  14. Kirimin pwnya yang the prince and princess part 3 eon di nisrinakwon@gmail.com kamasahamnida.

  15. aq kyaknya udh prnah Bca Ni ff dehh..tpii wktuu msih part 1nya..tpi pas nyari” part 2nya kokk aq khilngann jjak …bru skrng lgi buka blognya Leemidah unnie bruu blogmu ktemu dehh…^^
    aq izin bca part 2nya dlu yah eon..
    oiaa…eon..bolehh mnta pwnya Prince n princess yg part 3 gakk…^^

  16. ni email.
    Tarhy.Yurisistable@gmail.com

    gomawo^_^
    lnjutin dark place donk eon..
    critnyaa bkinn pnsrann bngett..
    aa…ff muu smuanya Daebakk lahh.^_^

  17. omona….Siwon mnyukai Yuleonnn??
    tpii Moment YulWon Blum ad ..Smoga Ad moment Yulwon d next partnya.Spa tau dgan bgitu Kyuppa cmburu..#Ngarepp..
    oia…Seo unnie n kyuppa udh ptus sblum seo unnie mniggal yahh…??hmmm..bkan cman yuleon yg pnsran ma hub.mreka tpii aq jga sangat” pnsran..
    ok dehh unnie mohon d lnjutin segera.^_^
    #KeepWrithing n Fighting^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s