YulFF

Follow My Melodies..

The Prince and Princess PART 2 [KyuRi Version]

39 Komentar

         abildin1

The Prince and Princess

yurimyblog present

Kwon Yuri | Cho Kyuhyun

Disclaimer : FFF ini pure milik author.. @nadiayulw

DON’T BE SILENT READER

DON’T BE A PLAGIATOR

SORRY FOR TYPO ^^

Happy Reading,, Muaaahh!!

Yuri membuka matanya secara perlahan lahan, kepalanya terasa sangat pusing dan perutnya mual, mungkin karena ia belum makan sejak tadi pagi. Seingat Yuri, tadi Yonghwa menggendongnya setelah itu Yuri tidak ingat lagi.

Sejenak Yuri mempautkan kedua alisnya, ia melihat sekelilingnya dengan seksama. Lemari obat, kotak P3K, dan alat alat kedokteran lainnya, berarti Yuri sedang berada di dalam ruang kesehatan. Namun apa yang terjadi? Ah ya!! Yuri teringat sesuatu! Suzy dan Hyuna!

Yuri langsung menyentuh rambutnya. Namun ia kembali mengernyit saat menyadari jika rambutnya basah, dan sepertinya sudah tidak bau anyir lagi.

“kenapa basah?”

“aku sudah mencucinya dengan shampoo. Kau tak perlu khawatir!” ujar seorang namja dengan suara beratnya. Siapa?

Yuri terkejut saat melihat sosok Kyuhyun yang kini tengah memperhatikannya dari kursi dekat pintu masuk. Wajahnya terlihat dingin, datar dan tenang. Namun sebuah warna lebam biru tampak di pipinya, bibrnya juga sedikit mengeluarkan darah. Apa ia baru saja berkelahi?

“k-kau kenapa?” tanya Yuri mencoba bersimpati.

“aku tidak punya hutang lagi padamu! Aku pergi!” Kyuhyun memungut tasnya lalu pergi keluar dari ruang kesehatan. Yuri kembali mempautkan kedua alisnya, namja itu benar benar aneh. Apa maksudnya membersihkan rambut Yuri sesukanya? Secara tidak langsung ia sudah membuat Yuri malu. Namun segelintir perasaan bahagia dan senang menyelimutinya, entah kenapa. Yuri juga tidak tahu.

“hutang?? maksudnya? tapi kenapa wajahnya seperti preman saja?” Yuri mengendikkan bahunya lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruang kesehatan. Yuri berjalan sekuat tenaganya, karena jujur saja. Ia masih merasa lelah, dan sedikit kesakitan. Jalannya terhoyong hoyong karena berusaha mengimbangi berat badannya. Namun Yuri tetap berusaha.

“Yuri-ah!” panggil seorang yeoja,. Yuri membalikkan badannya lalu melihat Tiffany berlari kearahnya dengan wajah yang terlihat khawatir.

“ada apa tiffany-ssi?”

“kau baik baik saja?”

“nde.. tentu saja” ujar Yuri setenang mungkin. Yuri mengernyit, tidak biasanya ada seorang mahasiswi seperti Tiffany mengajaknya berbcara terlebih dahulu. Apa lagi raut wajah Tiffany sangat senang dan tersenyum merekah, semakin membuat Yuri tidak mengerti. Yuri dan Tiffany masih berjalan beriringan, kesunyian, kekakuan dan kebekuanlah yang tercipta diantara mereka. Karena benar benar penasaran, Yuri pun menghentikan langkahnya tepat dihadapan Tiffany yang sontak membuat Tiffany ikut berhenti dan mengernyit tidak jelas.

“ehh.. ada apa sebenarnya? kenapa kau sangat aneh?” tanya Yuri lembut sambil tertunduk ragu. Tiffany malah menggelengkan kepalanya sambil tersenyum simpul lalu kembali melanjutkan langkahan kakinya.

“hanya menjadi temanmu saja, apa tidak boleh?” jawab Tiffany santai sambil terus berjalan melewati Yuri yang langsung termangu karena ucapan Tiffany.

A-apa? Tiffany? menjadi temannya?

“hah.. lebih tepatnya menjadi teman baikmu” Tiffany kembali menyunggingkan sebuah senyuman manis di wajahnya. Matanya pun ikut tersenyum, benar benar cantik!

“nde?!”

“kajja Yuri-ah.. aku akan mentraktirmu makan”

******

Yuri menghela nafas berat. Ia benar benar kesal karena bus yang jurusannya menuju kontrakan Yuri tak menampakkan tanda tanda kedatangan apapun. Mungkin karena sudah lewat jam 11 malam, sama sekali tidak ada kendaraan yang melintas didaerah kampus ini. Seharusnya ia menerima tawaran Tiffany tadi sore saat berbaik hati menawarkan sebuah kursi tumpangan untuk Yuri, namun tak tahu kenapa Yuri menolak karena alasan tertentu dan ia harus segera menyelesaikan penelitiannya di sekolah hingga larut malam seperti ini. Karena kalau tidak disekolah, dimana Yuri akan mengerjakan penelitian jika komputer dan jaringan internet saja Yuri tidak punya. Kalaupun Yuri menghabiskan banyak waktu di warung internet, itu akan menambah uang jajan Yuri setiap bulannya.

“aish!!” Yuri berdecak frustasi. Ia sebenarnya takut sendirian, gelap dan menyeramkan seperti ini. Apalagi tidak ada seorang pun yang berada di dekat Yuri saat ini, ia takut jika seandainya orang orang jahat menculiknya. Andwae!!

Dengan nafas yang memburu, Yuri pun memutuskan untuk berjalan pelan. Mungkin tak lama ia akan sampai di kontrakannya dengan selamat. kalau tidak ada preman yang mencegatnya tentu saja. Namun mau bagaimana lagi? Yuri tidak mungkin berdiam diri disini, yang ada ia bisa mati kedinginan karena bulan ini sudah memasuki pergantian musim dingin. Huh!! benar benar menyebalkan.

Tap! Tap! Tap!

A-apa itu?!! Terdengar seperti langkahan seseorang?!

Merasa ada yang tidak beres, Yuri mempercepat langkahnya di kegelapan malam yang sangat mencekam ini. Nafas Yuri tercekat, jantungnya berderu sangat kencang, dan tubuhnya bergetar hebat, takut sesuatu akan terjadi padanya. Sepoi sepoi angin malam seperti menusuk tubuh Yuri yang lemah tak berdaya, karena nyatanya ia memang tidak berdaya.

Tap! Tap! Tap!

Suara itu semakin terdengar kencang dan mendekat di telinga Yuri. Sesuatu yang membuatnya sangat ketakutan. Yuri menggigit bibir bawahnya, saking kencangnya sampai menimbulkan bercak darah di permukaan bibirnya.

DEG!!

Yuri melotot tajam, saat sesuatu berhasil mendarat dengan mulus di bahu kirinya. Ia memejamkan matanya erat erat, berharap sesuatu keajaiban akan muncul dihadapannya.

“Heh pabo! bagaimana bisa seorang gadis sendirian disini! benar benar bodoh!!”

nde??? apa aku tak salah dengar?

perlahan Yuri membuka kedua matanya yang ia tutup rapat rapat sebelumnya. Memastikan jika dihadapannya bukanlah orang jahat jahat.

“Cho-Cho Kyuhyun?? ba-bagaimana bisa?” tanya Yuri terbata bata, namun sebuah senyuman hangat menyertai wajahnya. Ia menghembuskan nafasnya lega karena keajaiban baru saja datang. Kyuhyun yang pipinya masih berwarna biru lebam mengernyit heran menatap Yuri, wajahnya masih sama saja. Ya, begitulah.

Yuri juga masih merasakan jantungnya berdegup dengan kencang karena ketakutan, tapi rasanya tidak bisa berhenti? entahlah.. Mungkin Yuri masih sangat terkejut dengan kejadian ini.

“kau mengagetkanku Kyuhyun-ssi.. kenapa kau mengejarku seperti seorang preman!” kesal Yuri, namun lagi lagi Kyuhyun malah menatapnya bingung.

“kau mencari ku eoh?” tanya Yuri asal. Sontak membuat wajah Kyuhyun bersemu merah. Apa ia marah karena Yuri merasa blak-blakan seperti itu tadi.

“heh bodoh! kau kira aku pangeranmu ha?! aku hanya ingin mengembalikan ini padamu, tadi terjatuh saat kau hendak berjalan!” jawab Kyuhyun angkuh sambil mengulurkan sebuah dompet kecil berwarna putih, yang Kyuhyun sendiri tidak tahu apa isinya. Namun bagi Yuri ini adalah sebuah benda paling berharga baginya.

“wuah!! terimakasih Kyuhyun-ssi, aku tidak tahu jika kau tidak ada!!” ucap Yuri senang. Sementara Kyuhyun mendecakkan lidah sambil memalingkan wajah tampannya itu.

“jangan berfikir aku kesini hanya untuk menolong gadis tidak berguna sepertimu! aku hanya lewat, lalu tak sengaja melihat dompet itu dan memberikannya padamu!” ucap Kyuhyun datar dan dingin, namun Yuri masih saja tersenyum hangat pada Kyuhyun. Karena Yuri merasa harus benar benar berterimakasih pada Kyuhyun.

“lantas? kenapa kau tak memanggil namaku!! bukankah kau sudah mengenalku!”

“ne, kau gadis bodoh yang menghamburkan kertas kertas tak berguna dan datang ke makam Yuri sore hari itu kan?”

Yuri kembali tersenyum, senyum yang lebih cerah dan mengembang dari sebelumnya. Akhirnya Kyuhyun mengingatnya walau mengingat tingkah buruk Yuri.

“Kwon Yuri, kau tahu namaku kan?”

“tidak, yang kutahu namamu adalah gadis bodoh!” Yuri berdecak kesal, lalu menundukkan kepalanya. Sementara Kyuhyun hanya menggelengkan kepalanya lalu jalan berbalik menjauhi Yuri.

“Hei!! tunggu aku!! aku butuh tumpangan!!”

*****

Sejak tadi malam, Yuri tak bisa menyembunyikan perasaan senangnya saat Kyuhyun memberinya tumpangan kerumah. Yaa.. walau Kyuhyun sedikit menolak, namun Yuri benar benar membutuhkannya. Lagipula Kyuhyun tidak akan tega meninggalkan seorang gadis lemah sepertinya di pinggir jalan, meskipun Kyuhyun sudah mengejek Yuri dengan kata bodoh, tidak berguna, dan masih banyak lagi. Tapi Yuri percaya, Kyuhyun tidak mempunyai hati yang buruk, karena selama Seohyun masih hidup. Seohyun selalu menceritakan tentang Kyuhyun, dan semuanya berdominan hal hal yang positif tentang Kyuhyun.

Yuri berfikir, mungkin karena kematian Seohyun itu membuat Kyuhyun sedikit terpukul hingga mengubah moodnya. Hah.. sudahlah, tidak usah difikirkan.

“Hei Yuri-ah.. bagaimana penelitianmu kemarin?” tanya Tiffany yang tiba tiba duduk di hadapan Yuri. Yuri langsung mendelik tajam, karena ia baru menyadari jika Tiffany sangat cepat sampai di hadapannya. Padahal sekitar beberapa menit yang lalu Yuri melihat Tiffany masih ada di perpustakaan.

“ba-baik..” jawab Yuri, jujur saja. Ia masih terlalu kaget dan canggung dengan sikap Tiffany ini.

“aish! tidak usah begitu Yuri-ah, kita kan teman?”

Teman?

“nanti sore kau mau ikut ke Mall tidak? kudengar ada diskon besar besaran disana!” ucap Tiffany antusias, namun reaksi yang Yuri berikan hanya tersenyum kecil lalu menggelengkan kepalanya. “Yaa!! waeyo?!!”

“kupikir uangku tidak akan cukup untuk membeli semua barang itu, apalagi appa belum mengirimu uang sejak 2 minggu yang lalu. Jadi aku harus benar benar berhemat”

“aku yang belikan”

“anio fany-ah, kalau kau keberatan maafkan aku”

“aku keberatan kalau kau tidak ikut denganku!”

Yuri tersenyum kecut, ia benar benar tidak ingin menyalah artikan semua ini. Tiba tiba Tiffany datang menghampirinya, mencoba menjadi teman terbaik untuk Yuri. Yuri tidak ingin ia menganggap Tiffany benar benar menjadi sahabatnya, lantas beberapa saat lagi Tiffany hanya akan mengoloknya. Sama seperti mahasiswa lain yang membencinya, Lagi pula Yuri juga tidak mengerti kenapa semua murid bisa membencinya.

“mian fany-ah, tapi ak-”

“aku tahu kau masih meragukan keberadaanku.. Tapi sungguh, aku tidak sejahat itu” Yuri terhenyak, memang benar kata Tiffany. Ia masih meragukan datangnya Tiffany yang tiba tiba,

“jernihkan dulu pikiranmu, aku selalu mengulurkan tanganku untukmu” Tiffany membungkukkan badannya singkat lalu berjalan meninggalkan Yuri yang duduk dibangku kantin. Sendirian.

Matanya merah menahan emosi, dan tangis. Ia berusaha menjadi seorang gadis yang kuat, namun itu tidak pernah terjadi. Tubuhnya lemah, namun mentalnya sangat kuat. Berbanding jauh jika dengan fisiknya, sangat lemah dan rapuh.

Seohyunnie,, apa yang harus kulakukan?

*****

Tuk! Tuk! Tuk!

sedari tadi Yuri hanya mengetukkan jari jari tangannya diatas meja baca disebuah toko buku dekat kampusnya. Otaknya seperti tersumbat fikiran fikiran Seohyun, Tiffany dan Kyuhyun yang masih membekas di memorinya. Karena itu, ia bingung harus memilih salah satu buku diantara kelima buku yang ia ambil dari rak. Semua harganya cukup mahal jika dibandingkan dengan kantong Yuri, membeli satu buku pun Yuri harus menimang nimang kembali, karena harga buku itu sama saja dengan harga makan Yuri selama 5 hari. Pilihan yang susah dan menyebalkan.select one among all of them, select which looked good and in accordance with your wishes. Ia bahkan masih mengingat ucapan Seohyun yang ia selalu ia simpan sejak persahabatan mereka dimulai.

“Haish!! Seohyun tidak memberiku pilihan yang tepat!!” gerutu Yuri tidak jelas. Ia benar benar bingung harus memilih mana diantara kelima buku itu.

Dengan berat hati, Yuri pun memilih buku yang paling tipis dan murah. Walau paling tipis, namun buku itu termasuk tebal dengan ketebalannya sepanjang 6 cm. Memang tebal, demi penelitian yang akan Yuri jalani.

Yuri menata kembali keempat buku yang tersisa, ada rasa ketidak tegaan saat melihat keempat buku itu akan kembali menjadi patung di toko buku ini. Namun Yuri yakin, akan ada orang yang segera membeli keempat buku itu. Karena buku itu memang dibutuhkan.

Dengan langkah gontai, Yuri berjalan menuju kasir untuk membayar buku setebal 6 cm pilihan yang sudah ia tetapkan masak masak ini. Tidak apalah, suatu hari Yuri akan membeli kembali buku buku itu.

Yuri menghela nafas berat, lalu mengulurkan buku itu pada kasir, membayarnya dan pergi menuju kontrakannya dengan cepat. Ia tidak ingin kejadian kemarin terulang lagi, itu saja masih untung ada Kyuhyun. Kalau tidak, mungkin ia sudah tidak tahu lagi sekarang.

*****

Gelegar tawa mewarnai rumah kontrakan Yuri yang sebenarnya sangat sepi, menjadi seramai pasar malam. Iya, karena malam ini Yonghwa, dan Tiffany datang menemani Yuri untuk mengerjakan penelitian. Seperti Seohyun, kali ini Tiffany yang membawa banyak makanan untuk dibagi bersama Yuri dan Yonghwa. Walau sebelumnya kurang dekat dengan Yonghwa, namun dengan cepatnya Tiffany langsung beradaptasi bersama Yuri dan Yonghwa. Tak jarang, gadis pemilik eye-smile itu membuat suasana dirumah Yuri semakin hangat dan menarik untuk dikunjungi.

Sedikit rasa bersalah muncul diotak Yuri seketika, ia menyadari diri nya memang sudah salah besar menilai Tiffany hanya akan berteman sesaat dengannya. Namun nyatanya Tiffany mampu membuat Yuri nyaman dan semangatnya yang terkubur mendadak muncul lagi, seperti yang Seohyun ucapkan Aku tidak pernah memilih siapa saja yang ingin berteman denganku, walau dia baik atau jahat sekalipun. Ambil saja sikap positifnya, mungkin itu akan membuatmu semakin bersemangat eonnie!! Fighting!!

Yuri menghembuskan nafas lega, setidaknya sudah ada Yonghwa yang sekarang bagai perisai bagi Yuri. Dan Tiffany yang tiba tiba muncul dan membuat suasana semakin hangat layaknya sebuah api unggun. Walau tidak sehangat dan sepelindung Seohyun, namun Yuri sangat bersyukur.

“kuharap aku tidak akan pernah melupakan kalian berdua” ucap Yuri sambil tersenyum haru.

“kami menyayangimu Yuri-ah..” ucap Yonghwa.

Aku juga menyayangi kalian berdua..

*****

Yuri diam tidak berkedip memandangi sosok Kyuhyun yang berada tidak jauh dihadapannya. Kenapa berbeda? Kenapa Kyuhyun bisa tersenyum sehangat dan semanis itu pada orang lainnya, namun pada Yuri sendiri tidak. Apa Kyuhyun juga termasuk murid yang selalu mencemoohnya, dan diam diam Kyuhyun selalu mengolok Yuri saking sebalnya. Apa benar begitu,

Wajahnya sangat tampan, dan lucu dengan kulit putih susunya. Tidak seperti yang Yuri pandang selama ini, terlihat ketus, dingin dan tidak ingin tahu apapun.

Yuri menghela nafasnya pelan, sepoi sepoi angin yang meniup rambutnya kini tidak akan merepotkannya lagi. Karena kertas kertas yang bagi Kyuhyun ‘tidak berguna’ itu sudah ia simpan dalam filenya. Namun semakin keras angin bertiup, semakin membuat Yuri kedinginan hingga wajah dan kulitnya berwarna pucat pasi. Ia lupa jika bulan ini adalah bulan Desember dimana akan mulai musim dingin, dan akan turun salju. Turun salju? Itu tandanya Natal semakin dekat.

Yuri merasa awan mulai mendung dan cuaca tidak lagi bersahaja, dengan hati yang cukup baik hari ini. Yuri pun melangkahkan kakinya berjalan, entah kemana. Yang penting bisa membuat tubuhnya hangat. Namun sebuah ruangan kecil dan berdebu menarik perhatiannya, pintunya pun tak terkunci. Dengan leluasa Yuri masuk kedalam ruangan misterius itu, sungguh, sejak ia kuliah di kampus ini ia sama sekali tidak pernah menyadari letak ruangan ini. Dia yang bodoh? Atau ruangannya yang ajaib? Entahlah, tapi Yuri tidak ingin membicarakan hal itu disini.

Yuri memicingkan matanya saat melihat sebuah piano hitam yang gagah berdiri tegak di tengah ruangan itu. Masih bagus dan bersih, Yuri yakin jika pasti ada orang yang selalu mengunjungi tempat ini.

“Hah.. sebaiknya aku kembali ke kelas” desis Yuri, namun matanya langsung membulat ketika melihat sesosok pria tinggi sedang menatap tajam kearahnya.

“apa yang kau lakukan disini!!” tanya Kyuhyun geram dengan tatapan tajam yang terlihat jelas dari kedua matanya.

“eoh.. Kyuhyun-ssi? Aku tidak sengaja masuk kedalam sini, mianhae.. jeongmal mianhae.. aku tidak tahu jika ini ruanganmu.. maafkan aku” Yuri membungkukkan badannya lalu segera berlari kecil meninggalkan ruangan itu. Segelintir perasaan takut menghantuinya saat melihat tatapan tajam yang Kyuhyun berikan, Yuri sampai berdigik ngeri membayangkan wajah Kyuhyun sendiri.

Setelah agak jauh dari ruangan itu, Yuri menghentikan langkahnya. Mengatur nafasnya sampai senormal mungkin, dan mengatur detak jantungnya yang lagi lagi berpacu dengan cepat.

“apa itu ruangannya?” tanya Yuri penasaran. Sejenak ia menyentuh dadanya yang berdetak tak karuan, HEH!! ada apa lagi ini? Kenapa berpacu dengan sangat cepat?!!

TBC ~

ini author bawa part yang ke dua, maaf kalo typo lagi lagi banyak bersebaran. harus saling memaafkan oke,, sebentar lagi kan lebaran :3 wkwkwkwk

Keep RCL nee??

Iklan

Penulis: yurimyblog

texting some freak words;chanyeol,sehun,kai,dyo.00line.nana

39 thoughts on “The Prince and Princess PART 2 [KyuRi Version]

  1. yuri mulai jtuh cinta tuh…kyuhyun mkin misterius deh,kdng2 baik bgt,kdng2 jutek..bkin mkin pnsran…typo nya udh brkurng koq,tpi kurng pnjang…hehe
    next part nya ditnggu ya

  2. nextnext next next.

    Keep writing thor 🙂

  3. next thor..
    aku new readers..
    Salam kenal ^^

  4. Kurang pajanga
    Eh eon yuri ama seony masih ketuker
    Kyuhyun pov pliss eon bikin bingung kyuhyun tuh sbernya kenapa
    Yuri ny jdi orng kaya aja eon kasihan nae
    Gak tega kekeke

  5. Part ini makin seru aja thor typo nya ga sbnyk dlu next di tunggu thor ^^

  6. THORR minta pw part 3 #puppyeyes
    kirim ke twitter aja soalnya aku aktif disana
    ke @steffi_KY2 klo gak bisa ke @GGK_Yul
    gomawoo

  7. daebak eonnie
    wah karakter yul eon suka banget
    awas aja kyu oppa sampe suka?/
    eon. buay yonghwa jga suka yul eonnie dong

    oh ya. minta pass part 3 kirim ke @littledevilra ya eon

  8. Kyu lebam2 knp?
    Ciye yul kyany mulai jtuh cnta sma kyu
    Ahh next ke part slnjutnya 😀

  9. kyu aneh ni .. blm kluar sft asli ny . sbnrny dy tu prhtian tp kog jutek gtu kdng .
    ahh yonghwa baik , heheh . dy suka jgg gg y am yul ?
    yul mlai snyum2 gaje ni klo ngliat kyu , hehe

    mnta pw ny bole chingu ?
    nti aq comment kog .
    @tyas920226

    hehe

  10. eonni keren :)) aku sukaa sekali sama ff ttng kyuri
    aku juga suka sama ff mu 🙂
    lanjutkan ya eon !!^.^

  11. aku suka ma ffnya, hmm aku panggil unnie ya?*sok muda..hehe
    bagus unnie, lanjutttt..

  12. kerennn
    pengen lanjutannya
    rapel RCL dr part 1 disini aja yach hehehe biar hemat

    oy minta Pw yg part 3 donk
    kirim kesini ya fitri.aufklarung@gmail.com

  13. Kyuhyun-ah~ Why u so mean to Yuri?
    Poor Yul T.T
    Knp wajah Kyu lebam2?
    Dan knp yg nolongin Yuri itu Kyu padahal awalnya Yuri kan digendong Yonghwa?
    Fany Fany Tiffany knp tb2 pengen temenan sm Yuri?

  14. Eonni aku minta pssw part 3 dong.
    jongheekim16@gmail.com
    Thanks~

  15. Kyu labilisasi ya-_- oiya, mian baru comment di part ini, habis, lagi dilanda virus malas-_- un, buat dapetin passwordnya itu gimana caranya? Ditunggu balasannya kalau bisa di twitter aku ya, soalnya males buka e-mail. Ini @nisrinasg , mention for follback 😀 *promo sekalian* makasih.

  16. kabuurr k capt 3 dluu yahh..^^
    pnsarann^_^
    hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s