YulFF

Follow My Melodies..

The Prince and Princess [KyuRi Version]

38 Komentar

abildin1

Kwon Yuri | Cho Kyuhyun

Disclaimer : FF ini asli buatan author, cast nya pinjem sebentar.. nanti bakal dikembalikan

SORRY FOR TYPOS

DON’T BE SIDERS

HAPPY READING ^^

 

***

Kwon Yuri memasuki kawasan kampusnya. Itu tandanya ia sudah siap dengan semua ocehan yang akan teman temannya katakan pada Yuri. Sudah sekian lama ia bertahan demi menggapai cita-citanya juga membahagiakan kedua orang tuanya, Yuri sudah cukup lelah dengan semua ejekan yang teman temannya lontarkan. Hatinya sakit, perih dan cukup pedih. Sejak meninggalnya Seohyun, Yuri semakin terpuruk sehari harinya. Sahabat terbaik yang pernah ia punya itu sekarang sudah pergi meninggalkannya, tidak ada lagi yang bisa menolong dan mendukung Yuri sejak Seohyun sudah tiada karena kecelakaan pesawat 3 hari yang lalu.

lihat dia, sudah kuduga kalau ia hanya memanfaatkan Seohyun saja” olok Changmin yang sedang berkumpul dengan teman temannya.

yaa!! apa yang kalian bicarakan? Yuri eonnie bukan orang yang seperti itu!!” mungkin itulah yang akan Yuri dengar jika seandainya Seohyun masih berada di sampingnya. Dan memang benar, Yuri dekat dengan Seohyun tidak bermaksud hanya memanfaatkan Seohyun. Namun karena ia sayang dan nyaman berada di dekat Seohyun.

coba.. lihat saja, apa pacarmu tidak salah lihat menyuruhmu menjaga yeoja menjijikkan sepertinya” kali ini Yuri dapat mendengar suara Minho yang sedang mengejeknya. Dan dapat Yuri pastikan, jika lawan bicara Minho saat ini adalah Kyuhyun. Lebih tepatnya kekasih Seohyun selama Seohyun masih hidup di dunia ini. Mereka juga adalah pasangan yang paling serasi dan sangat terkenal saat Seohyun masih hidup, keduanya juga selalu memenangkan ajang Prince dan Princess kampus yang selalu diadakan tiap 3 bulan sekali, menambah kelengkapan couple ini.

Samar-samar, Yuri dapat mendengar desahan kesal dari balik badannya. Yuri ingin membalikkan badannya, namun seseorang sudah menariknya sebelum Yuri benar benar membalikkan badannya. Pria putih berbadan tinggi itu menyeret Yuri menuju taman belakang kampus. Dan mendudukkan Yuri di bangku panjang berwarna putih gading itu.

sudah kubilang berapa kali untuk tidak berurusan dengan namja namja seperti mereka!!” bentak Yonghwa. Salah satu sahabat Yuri

joseunghamnida oppa.. maafkan aku, tapi aku ti-”

kau tahu, seharusnya aku sudah melarangmu untuk bergaul dengan Seohyun juga teman temannya itu!”

Merasa ada nama Seohyun yang disangkut pautkan, Yuri tidak terima. Bagaimana pun Seohyun selalu membantu Yuri di kala Yuri ditindas, sekarang saat Seohyun ditindas Yuri harus membalasnya. Sebagai seorang sahabat sejati.

cukup oppa! tidakkah kau melihatku bahagia bersama Seohyun? ia menyayangiku seperti kakaknya, begitu pun aku sebaliknya.. dan kau tidak boleh menjelek jelekkan Seohyun. Titik!” ucap Yuri tegas diikuti dengan nada yang memburu. Yonghwa tertunduk lesu, wajahnya terlihat sedih dan pilu. Perlahan ia kembali mengangkat kepalanya dan menatap wajah Yuri lekat. Kedua tangannya sudah mencengkram kedua lengan Yuri dengan lembut,

maaf Yul~ aku hanya tidak suka melihatmu diolok seperti itu tadi…”

Yuri mengatur nafasnya yang masih tak karuan karena emosi. Ia memalingkan wajahnya dari wajah Yonghwa karena memang ia tidak suka menatapnya. Seperti rasa tegang dan kaku. Ia menepis kedua tangan Yonghwa lalu menarik tas nya dan pergi dengan cepat, meninggalkan Yonghwa yang masih terdiam diri di halaman.

*****

Yuri sedikit merenggangkan otot otot tubuhnya yang terasa kaku karena terlalu lama menatap buku setebal 7 centi yang ia baca dari tadi. Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore waktu Korea Selatan. Hari ini tepat 3 hari sejak kematian Seohyun. Ia harus datang kepemakaman Seohyun hari ini, untuk mendo’akan sahabat yang paling ia sayang itu.

Yuri langsung merapikan buku bukunya yang tergeletak di meja lalu segera melangkahkan kaki jenjangnya menuju pemakaman umum, tempat Seohyun dimakamkan. Jujur saja, sebenarnya perasaan sedih dan berat harus ditinggalkan Seohyun masih menghantui Seohyun sampai sekarang. Ia tidak tahu apa yang akan ia lakukan jika Seohyun tidak akan menjadi pahlawan sejatinya lagi.

Seohyun.. kau memang My superGirl!!”

nde? kenapa bisa begitu?”

karena kau selalu membantuku dimana pun aku berada..”

ah.. kau bisa saja.. kalau begitu, kau harus menjadi Bayamku!!”

bayam? kenapa harus bayam?”

tentu saja, karena aku suka sekali bayam.. dan tanpa bayam aku tidak bisa apa apa”

yaa!! kau ini menyebalkan sekali!!”

Yuri tersenyum kecut mengingat ingat saat itu, tak jarang memang Yuri sering menginap di rumah Seohyun untuk menemani Seohyun yang sendirian dirumah karena kedua orang tuanya yang sibuk bekerja. Tak jarang pula Seohyun sering menginap dirumah Seohyun, biasanya jika Seohyun banyak tugas ia akan datang berbondong bondong menuju kontrakan Yuri sambil membawa banyak makanan dan oleh oleh. Yuri selalu menantikan saat saat seperti itu, namun sekarang rasanya sudah hampa.

Tak terasa Yuri sudah sampai di depan tempat Seohyun dimakamkan, sebelum masuk Yuri menyempatkan diri untuk membeli bunga dan air untuk membersihkan makam Seohyun. Setelah itu baru Seohyun masuk ke dalamnya. Ini adalah kali pertama Yuri menghampiri makam Seohyun, karena saat Seohyun baru dimakamkan Yuri memilih mengurung diri dirumah dan mengutuk dirinya sendiri.

Makam Seohyun dengan batu nisan yang masih bersih, serta gundukan tanah yang besar. Di sampingnya terdapat pohon kamboja yang selalu siap menggugurkan bunganya untuk mengharumkan makam Seohyun. Yuri kembali tersenyum sedih, air sudah menggenangi kedua matanya, rasanya ia ingin menumpahkan seluruh rasa sedihnya disini.

Yuri terjatuh di sebelah makam Seohyun, menangisi kepergian Seohyun yang rasanya terlalu cepat. Ia merasa sangat terpuruk, karena nyatanya ia tidak akan melihat Seohyun seumur hidupnya.

Lengan bajunya sudah sangat basah karena Yuri gunakan untuk menopang air matanya yang tak kunjung berhenti. Namun tiba tiba saja sebuah tangan kekar menarik Yuri dan mendekapnya kedalam pelukannya. Yuri tidak ingin tahu siapa orang itu, yang jelas ia sangat membutuhkan pelukan ini. Mirip dengan pelukan Seohyun yang sudah ia anggap sebagai adik, sahabat dan apapun yang berarti untuk Yuri,

Di dada bidang namja itu,Yuri terus menangis sambil sesenggukkan terus menyebut nama Seohyun. Karena hatinya memang terasa sangat pilu. Tangan pria itu membelai pelan dan lembut rambut hitam Yuri, rasanya pria ini memang seakan tahu kesedihan yang Yuri alami.

sudah, jangan menangis.. Seohyun tidak suka ditangisi orang lain” ujar namja itu mencoba menghibur Yuri, namun terdengar sedikit dingin.

Yuri masih saja menangis sesenggukkan, tangannya menarik narik lengan baju pria itu untuk menahan rasa sedih yang ia alami.

kubilang jangan menangis” ucapnya lagi, namun Yuri tidak menghiraukannya. Ia masih menangis sambil melepaskan pelukan pria itu.

Perlahan tangannya tergerak untuk memungut bunga dan air yang tergeletak di dekat kakinya. Lalu Yuri menyiramnya dengan air, dan menaburkan bunganya walau ia masih menangis tersedu sedu. Namun Yuri teringat jika ada pria lain disini, Seohyun pun menghapus air matanya pelan. Lalu mulai menenangkan dirinya sampai ia benar benar tidak menangis, walau kadang isakan kecil masih keluar dari dalam bibirnya.

Karena penasaran, Yuri pun menolehkan kepalanya pada pria itu. Namun pria itu sudah berjalan memunggunginya tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Yuri.

Hei tuan, siapa namamu?!” teriak Yuri, entah kenapa Yuri menjadi sangat penasaran pada namja ini. Namun lagi lagi pria itu terus berjalan sambil mengangkat salah satu tangannya dan melambaikannya pada Yuri. Mata Yuri berbinar binar, ia merasa ia telah jatuh cinta pada pria itu, sekalipun Yuri tidak dapat memandang wajahnya. Mungkin saja pria itu tampan, namun mungkin juga pria itu bukan pria yang tampan, Seohyun tidak mempermasalahkan hal itu. Karena baginya, hatilah yang berbicara.

semoga kita dapat bertemu kembali Tuan!!” teriak Yuri lagi dengan nadanya yang ceria, seulas senyuman tersungging di wajah manis Yuri. Ini adalah kali pertamanya ia merasakan jatuh cinta yang sesungguhnya.

Sejenak Yuri mengembalikan pandangannya pada makam Seohyun yang berada di hadapannya, ia sudah tidak menangis lagi sekarang, meskipun masih ada beberapa air mata yang membasahi pipinya. Ia kembali tersenyum, membayangkan bagaimana jika seandainya Seohyun masih hidup disampingnya. Mungkin semuanya akan kembali lebih indah.

apa pria itu adalah malaikat Hyunnie?”

molla.. coba pastikan sendiri eonnie”

aish.. kau, selalu saja!!”

maaf eonnie, tapi aku tidak berani memastikannya.. bagaimana??”

Yuri mendesah sambil tertawa kecil, berfikir dan membayangkan sendiri jika dirinya benar benar sedang bercakap cakap dengan Seohyun. Namun Yuri tahu, jika ini hanya imajinasinya. Yuri menggelengkan kepalanya, lalu meninggalkan makam Seohyun, dan besok Yuri berjanji akan kembali kesini untuk menebus perasaan rindunya pada Seohyun.

*****

Pagi ini Yuri berangkat lebih awal ke kampus. Entah kenapa, namun Yuri hanya menginginkannya sekarang. Karena masih sangat pagi, dan jam juga masih menunjukkan oukul 06.00 KST kampus serasa lebih sepi. Membuat Yuri lebih nyaman dan bebas beraktivitas karena paling tidak, tidak akan ada yang mengejeknya untuk sementara waktu.

Yuri mendudukkan tubuhnya di kursi panjang berwarna putih gading tempat dimana ia dan Yonghwa kemarin sedikit bercengkrama dengan perasaan marah. Sepoi sepoi angin meniup rambutnya yang tergerai bebas ke depan, membuat Seohyun susah melihat hingga tumpukan kertas yang berada di pangkuannya bertebangan mengikuti angin.

Yuri langsung beranjak sambil berlari mengejar kertas kertasnya, ada yang terbang ke depan, kebelakang, kekanan, kekiri, kesetengah kanan dan lainnya. Yuri benar benar bingung, karena memang kertas itu sangat ia butuhkan untuk mengajukan penelitian pada Jung saem.

aish.. kemarilah, jangan membuatku semakin pusing!!”

Bukannya mendekat, kertas kertas itu kembali bertebangan setiap Yuri akan memungutnya dari tanah. Membuat Yuri berulang kali harus mendecakkan lidah saking kesalnya.

bagaimana ini, ak-” ucapan Yuri tiba tiba saja terhenti ketika seorang pria seketika itu datang sambil memunguti kertas kertas Yuri yang berjatuhan. Anehnya lagi, semua kertas itu berhasil tergenggam manis di tangan pria itu. Membuat Yuri termangu seketika.

Setelah semua kertas berhasil terkumpul, pria itu mendekati Yuri. Yuri lantas hanya tidak percaya dengan apa yang ia lihat kali ini. Pria bernama Kyuhyun itu semakin mendekat dengan wajah dinginnya tanpa senyuman sekalipun, Yuri malah berjalan mundur menjauhinya, namun sialnya, Yuri malah terjatuh karena dibelakangnya terdapat gundukan batu yang cukup keras hingga membuat kakinya sedikit memar.

Kyuhyun semakin mendekat dengan tatapannya yang masih sama, yaitu dingin, cuek, datar dan sama sekali tidak terlihat senyuman yang mengembang di pipinya. Lalu Kyuhyun mengulurkan tangannya untuk membantu Yuri berdiri.

Sebenarnya Yuri cukup ragu untuk menerimanya, namun ini adalah kesempatan bagus untuknya. Mau tak mau Yuri pun menerima uluran tangan Kyuhyun, menggenggamnya dengan hangat kemudian menarik Yuri untuk berdiri.

lain kali masukan kertasnya ke dalam file” ucapnya dingin. Yuri hanya tertunduk malu menyembunyikan rona merah yang mewarnai kedua pipi chubbynya lalu mengambil tumpukan kertas yang berada di dalam tangan pria itu.

kamsahamnida, aku akan lebih berhati hati” ucap Yuri masih dengan tertunduk.

kau Yuri kan? Kwon Yuri? sahabat Seohyun” tanya Kyuhyun masih dengan nada yang sama. Yuri mengangguk pelan sambil menggigit bibir bawahnya, tak tahu kenapa hatinya berdegup dengan cukup kencang hari ini.

huh.. benar benar” Kyuhyun malah meninggalkan Yuri dengan berjalan malas sambil meletakkan kedua tangannya dalam saku. Keseimbangannya sedikit goyah mungkin, fikir Yuri saat melihat Kyuhyun berjalan seperti orang yang kehilangan tujuan.

hh.. mungkin ia masih merindukan Seohyunnie.” Seohyun mengedikkan bahunya lalu kembali ke bangku putih gading itu, memungut tasnya lalu berjalan menuju perpustakaan untuk merenggangkan otot matanya walau hanya sekedar membaca buku.

******

bagaimana kau-? bagaimana? aish.. bagaimana Yuri-ah.. kenapa kau ceroboh sekali! bodoh!!” umpat Yonghwa kesal sambil mengobati luka di kaki Yuri akibat terjatuh saat akan berhadapan dengan Kyuhyun tadi.

mian oppa.. aku memang ceroboh, maafkan aku. Aku janji takkan mengulanginya lagi” ucap Yuri dengan mempautkan kedua tangannya memohon pada Yonghwa untuk segera memaafkannya. Yonghwa meliriknya sebal lalu mendesah panjang sebelum ia memasukkan kembali peralatan P3K kedalam lemari.

kali ini kumaafkan. tapi lain kali aku tidak ingin dengar” Yuri tersenyum lalu memeluk Yonghwa erat sambil memejamkan kedua matanya. Yonghwa menepuk nepuk punggung Yuri pelan seolah memberi kekuatan dan semangat baru pada Yuri.

aku bahagia asal kau bahagia, Yuri-ah

*****

Hari ini seperti janjinya, Yuri kembali mendatangi makam Seohyun untuk mendo’akan Seohyun dan lebih tepatnya membagi rasa sayangnya pada Seohyun.Yuri berjalan dengan tegas namun pelan, sambil memegangi tali pada tasnya ia terus menundukkan kepalanya. Entah kenapa setiap kali ia datang kemari, maka akan datang sebuah perasaan yang terus menyuruhnya untuk menangis, Yuri berusaha menolaknya. Namun tidak bisa. Buktinya ia sudah meneteskan setitik air mata. Hanya satu tetes, namun rasa kesedihannya sudah menyebar dan menjalar keseluruh tubuhnya.

Yuri eonnie, aku meninggal bukan untuk melihatmu menangis! jangan selalu menangis karena aku, kau tahu aku selalu tak nyaman karena memikirkan bagaimana keadaanmu!!”

Yuri menghapus air matanya kasar, benar!

Ia tidak boleh terlalu bersedih. Ini sudah takdir, mau di apa-apa kan juga tidak bisa berubah. Cukup sekali bersedih, lalu tersenyum seterusnya. Itu, harus!

Yuri kemudian melangkahkan kakinya dengan cepat, lalu mendongakkan kepalanya. Yuri berhenti.

Yuri melihat seorang pria berbaju hitam tengah duduk diam disebelah makam Seohyun. Ia memicingkan matanya untuk memastikan siapa pria itu, namun pria itu duduk membelakanginya. Bodoh!! tentu saja Yuri tidak dapat melihat wajahnya. Dengan ragu Yuri pun kembal melangkahkan kakinya, memperkecil jarak diantara mereka.

Saat sampai dihadapan pria itu, Yuri membelalak kaget. Dihadapannya sekarang adalah Cho Kyuhyun, lebih tepatnya kekasih Seohyun saat Seohyun masih hidup. Kyuhyun melirik Yuri, lalu ia nampak terkejut melihat Yuri berada dihadapnnya. Keduanya sama sama membulatkan mata hingga membentuk huruf ‘O’.

Yuri berusaha menelan salivanya yang tetahan, sementara Kyuhyun masih menatapnya tidak bergeming. Seohyun membungkukkan badannya cepat lalu pergi dengan jalan cepat meninggalkan Kyuhyun.

Heh!! apa kau kesini hanya untuk menatap makamnya?! tidak ikut mendo’akannya juga huh?!!” Yuri menutup erat kedua matanya, sambil mengumpat kesal. Ia tidak ingin duduk, atau berhadapan langsung dengan Kyuhyun. Karena ia merasa terlalu malu dan canggung.

Perlahan Yuri membalik tubuhnya dengan takut dan ragu-ragu, wajah Kyuhyun masih menatapnya dengan sedih. Ada apa? Kyuhyun kembali menatap makam Seohyun, mencium ujung nisan Yuri lalu berdiri dan menghampiri Seohyun.

DEG!! Hati Yuri kembali mencelos. Ia hanya terdiam menatap wajah Kyuhyun yang mendekat kearahnya.

doa’akan dulu Seohyun, aku tahu kau kemari untuk mendo’akan Seohyun” ucap Kyuhyun dingin lalu melewati Yuri begitu saja. Yuri melirik Kyuhyun sebal, paling tidak Kyuhyun harus bersikap sedikit ramah padanya. Kyuhyun semakin menjauhinya, berjalan dengan gayanya yang terlihat seperti orang malas. Yuri hanya menggelengkan lemah kepalanya, lalu menghampiri Seohyun dimakamnya, mendo’akan yang terbaik untuknya.

Tch! Pria yang menyebalkan!

Dasar Gadis Bodoh!

******

lihat saja dia, wajah tidak bermodal saja sudah menggoda Kyuhyun.. apa-apa an itu? sahabat yang menusuk sahabatnya sendiri dari belakang!” bisik HyeBin yang samar samar dapat Yuri dengar.

A-apa? Menggoda Kyuhyun? menusuk sahabat dari belakang? maksudnya?

HEI KAU!!” Yuri yang tadinya sedang berjalan sontak diam karena tiba tiba ada yang menghalangi langkahnya.

Hyuna dan Suzy sudah berada di depannya dengan tatapan mematikkan dan memandang Yuri jijik. Yuri hanya menelan salivanya perlahan.

lihat wajahnya, wajah seperti upik saja sudah belagu!” dengus Hyuna sambil memainkan rambut Yuri lalu melemparnya diikuti wajah Yuri, Yurimelirik keduanya sebal, ada perasaan marah dan kesal yang menjalari tubuhnya. Ia marah, dan ia juga kesal. Semuanya tercampur menjadi satu. Yuri ingin melawan, namun apa daya. Ia akan semakin dicemooh oleh teman temannya nanti.

Tiba tiba Suzy mendekat, sebuah telur berhasil mendarat tepat di ubun ubun Yuri. Yuri terkejut atas perlakuan Suzy barusan, ia benar benar tidak percaya. Rambutnya bau amis dan anyir, itu sudah pasti. Sementara Hyuna dan Suzy tersenyum bangga lalu melewati Yuri dengan menubrukkan bahunya pada Yuri. Membuat Yuri oleng, ingin terjatuh namun seseorang menahan tubuhnya.

Dari baunya dan dekapannya, Yuri tahu jika orang ini adalah Yonghwa.

Yuri-ah.. Gwenchana?” tanya Yonghwa cemas, karena ia benar benar cemas. Namun Yuri tidak menjawab, karena ia tidak mampu mengeluarkan sepatah kata pun. Tubuh Seohyun juga lemah, dan kakinya juga tidak mampu menahan bobot badannya sendiri. Dalam satu gerakan Yonghwa berhasil mengangkat tubuh Yuri lalu membawanya entah kemana, Yuri juga tidak tahu. Yang Yuri rasakan hanya gelap, dan sakit.

oppa..”

aku akan membawamu ke ruang kesehatan, bertahanlah”

.

.

.

.

.

.

.

.

~TBC

aloha!! author kembali dengan ff gj buatan author, heheheh.. semoga suka ya.. jangan lupa keep RCL !! Read-Like-Comment

yang mau deket sama author juga bisa follow twitter @nadiayulw 

sebelumnya FF ini sudah pernah di publish di RKF (readingskoreanfanfiction.wordpress.com) namun dengan cast yang berbeda. So, kalo ada typo tolong maafkan author yang labil ini.

terimakasih *bow

Iklan

Penulis: yurimyblog

texting some freak words;chanyeol,sehun,kai,dyo.00line.nana

38 thoughts on “The Prince and Princess [KyuRi Version]

  1. Aku sukaaaaa !! Cerita bagus n’ bikin penasaran..
    Cepet’ ya eon post kelanjutan’y 🙂

    Aku suka bnget sma blog ini wlaupun aku bru tau blog ini tapi aku lgsung ska soal’y smua ff’y Yul Eonni 😀
    Dan cerita’y jga seru” 😀

  2. Crita nya keren mngkin ada typo sedikit wkwkwk *sotoi
    Oh ya itu knapa yuri dblg rebut kyu?
    Kn dia gk deket sma kyu?bingung nih
    Part selanjutnya yg panjang ne?

  3. Msih ska terbalik” seo ama yuri ny
    Ini blom kelaitan kyuri moments yang membahagia kan kekeke
    Cepetan ljt ne

  4. yuri nya kasian,udh ditinggal seo mlah diblng rebut pcar orang,pdhl kan dia ga dkt sma kyuhyun
    yuri sma seo nya sring kbalik ya,smpt agk bingung bcanya…
    ga sbar nunggu kyuri moment nya,ditnggu next part nya ya

  5. Iya nama yuri dan seo sering tertukar neh di tunggu next part nya

  6. Cepet lanjut ya thor, aku new readers 🙂
    Ceritanya bagus,
    Emng sih ada typo, but typo your art 😀

  7. Kyaaa yuri unnie kasian di bully masa ((

  8. Oh jdi ini prnh dipos di blog lain dgn cast yg beda…pantes msih ad typo hehe

    critanya bgus,
    msh g ngrti sm sfat kyu,bkin pnsaran.kyu g benci yul kan?
    Suka bgt sm krakter yeonghwa..ahh dy pnolog yul 🙂
    ok dah aq lnjut k part slnjutny ne chingu 🙂

  9. annyeong aku new reader, aku penasaran ma part selanjutnya..
    jadi maaf hanya bisa tinggalkan jejak gak penting,
    typo gak terlalu masalah, bagus ceritanya, fighting

  10. Typo nama cast ngak pa” sih #saran ganti pake find+replace all aja di m.s biar ngak capek ganti nama Yul ke Seo. Bdw ide ceritanya lumayan bwanget tapi sayang Saengie ada beberapa kata yang bikin kurang dapat feelnya-_- n’ mang Yonghwa itu Oppa nya Yul ya?

    Aku jadi reader setia blog kamu boleh ya? Updated, ASAP!

  11. Spertinya akn menjadi cinta segitiga nii. Hehehe…

  12. Daebak !! Daebak !!
    gak tau mau ngomen gmna lg , thor ..
    Bt yg pzty , crta’x manis 🙂
    Meskipun suka nyesek krna Yul-eonn suka dibully 😦
    Waaa !! Penasaran lnjutan’x !!
    Mau aku lanjut ne , thor .. Keep spirit !!

  13. Eonni, sorry cm mau ksh tau aja, di part ini lmyn byk typo, hehehe
    But, It’s ok.
    Typo kan manusiawi, hehehe

    Anyway cowok yg peluk Yuri wktu di pemakaman pasti Kyu deh, huhuhu.
    Kyu, please look at Yul.
    She is as good as Seo.

  14. Daebak !!!!! Tapi kok mereka jahat banget ma Yuri Eonni ya ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s